MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA — Menteri Pertanian yang juga menjabat Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya tiga petugas dalam insiden penembakan di Kampung Muliama, Papua Pegunungan. Penembakan tersebut menimpa rombongan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya pada Rabu (9/9) sore.
Peristiwa naas itu terjadi saat para petugas sedang melintas untuk mengantarkan bantuan ternak kepada warga lokal. Namun, di tengah perjalanan, kendaraan rombongan diadang dan diserang secara mendadak oleh kelompok kriminal bersenjata.

Mentan Amran memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para korban yang telah mendedikasikan hidupnya demi masyarakat pedalaman. Menurutnya, jaminan keselamatan sudah seharusnya didapatkan oleh para petugas saat menjalankan misi kemanusiaan di lapangan.
“Atas nama Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan pribadi, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Mereka adalah pahlawan pangan yang gugur dalam tugas mulia, membawa bantuan ternak untuk saudara-saudara kita di pedalaman Papua,” ungkap Amran.
Mengingat misi ketahanan pangan tidak membawa ancaman bagi pihak mana pun, Amran mendesak aparat keamanan untuk mengambil tindakan tegas. Ia meminta Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz bersama jajaran TNI-Polri mengusut tuntas para pelaku sekaligus menjamin keamanan seluruh personel di wilayah Papua.
Pemerintah memastikan bahwa insiden penembakan ini tidak akan menghentikan pendistribusian bantuan di tanah Papua. Kehadiran negara dinilai sangat krusial untuk membentengi para petugas lapangan yang menjalankan amanat ketahanan pangan nasional.
“Program bantuan pangan dan ternak untuk masyarakat Papua tidak boleh berhenti karena ancaman kekerasan. Negara harus hadir lebih kuat, melindungi setiap pahlawan pangan yang bertaruh nyawa demi menjamin kecukupan pangan rakyat Papua,” tegas Amran.
Kementerian Pertanian serta Badan Pangan Nasional berkomitmen menjaga kelangsungan program bantuan ternak di wilayah Papua Pegunungan. Di samping itu, pemerintah juga menyiapakan dukungan penuh bagi keluarga petugas yang ditinggalkan.
Amran berharap aparat penegak hukum dapat bergerak cepat menyelesaikan kasus ini agar pembangunan sektor pertanian di Papua tetap berjalan optimal demi kemakmuran warga setempat. (*)



