MENITNEWS.CO.ID, MAROS — Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai gelaran Pesta Adat Panen Dengka Ase Lolo yang berlangsung meriah di Desa Moncongloe Lappara, Kabupaten Maros, Sabtu (15/8/2026). Acara tahunan ini dihadiri langsung oleh Bupati Maros, Chaidir Syam, bersama masyarakat setempat dan jajaran pemerintah daerah.
Tradisi Dengka Ase Lolo merupakan warisan budaya leluhur berupa prosesi menumbuk padi hasil panen secara bersama-sama menggunakan alu dan lesung kayu.
Penampilan kesenian tradisional, pemakaian busana adat Sulawesi Selatan, serta tarian khas daerah semakin menyemarakkan acara tersebut.
Dalam sambutannya di hadapan warga, Tokoh Masyarakat Moncongloe Lappara menegaskan pentingnya menjaga warisan sejarah yang telah diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyang.
”Moncongloe Lappara itu punya sejarah. Kita punya sejarah, bukan sejarah yang dibikin-bikin. Dari zaman nenek moyang kita, Moncongloe Lappara ini sudah ada,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Maros, Chaidir Syam menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya pesta panen ini sebagai ajang mempererat tali silaturahmi sekaligus wujud rasa syukur atas melimpahnya hasil pertanian warga.
”Alhamdulillah, hari ini kita bisa bersilaturahmi dengan masyarakat Moncongloe Lappara dalam Pesta Adat Dengka Ase Lolo. Menjaga tradisi adalah cara kita menghargai akar budaya dan merawat rasa syukur atas segala berkah-Nya,” ujar Chaidir Syam.
Chaidir berharap keberkahan dan kesuburan tanah pertanian di Kabupaten Maros, khususnya di wilayah Moncongloe Lappara, dapat terus terjaga untuk kesejahteraan masyarakat di masa-masa mendatang.
”Semoga kekeluargaan ini terus terjalin erat, tanah kita tetap subur, dan Maros senantiasa diberkahi panen yang melimpah. Sehat dan sukses selalu untuk seluruh warga Moncongloe Lappara,” pungkasnya.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama, serta peragaan penumbukan padi dan tari-tarian tradisional yang melibatkan para pemuda dan tokoh masyarakat setempat. (*)

