MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA – Penyerang asal Portugal, Goncalo Ramos, akhirnya memecah kebuntuan bersama AC Milan setelah membukukan gol pertamanya dalam kemenangan 2-0 atas Venezia di San Siro, Sabtu (29/8/2026) dini hari WIB. Laga pekan lanjutan tersebut menjadi panggung pembuktian bagi sang pemain yang diturunkan sebagai ujung tombak utama I Rossoneri.
Keputusan melatih Goncalo Ramos sebagai starter membuah hasil pada menit ke-69. Menerima umpan terobosan dari Alexis Saelemaekers, junior Cristiano Ronaldo di timnas Portugal itu melakukan aksi individu cerdik di dalam kotak penalti. Ramos melepaskan tembakan menyusur tanah menggunakan kaki kiri—kaki terlemahnya—yang menembus sela-sela kaki bek Venezia sebelum menaklukkan kiper Filip Stankovic.
Gol pembuka tersebut meruntuhkan tembok pertahanan tim tamu. Keunggulan Milan kemudian digandakan menjelang akhir babak kedua lewat gol bunuh diri Redouane Halhal pada menit ke-89, sekaligus mengunci poin penuh bagi tuan rumah.
Baca juga: Galatasaray Capai Kesepakatan Sepakat Boyong Rafael Leao dari AC Milan Seharga €45 Juta
Torehan ke gawang Venezia memiliki arti sangat penting bagi Ramos. Sebagai rekrutan termahal AC Milan pada bursa transfer musim panas 2026, gol perdana di hadapan para publik San Siro ini menjadi momentum kebangkitan setelah ia gagal mencatatkan namanya di papan skor pada laga sebelumnya.
Baca juga: Hasil Liga Italia: AC Milan Bungkam Venezia 2-0, Sempurna di Dua Laga
Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, melempar pujian atas kontribusi luar biasa penyerang berusia 25 tahun tersebut. Menurut Amorim, dampak Ramos di lapangan tidak sekadar dinilai dari jumlah gol, melainkan juga dari etos kerja keras serta kemampuannya menghubungkan alur permainan tim.
“Tentu saja dia seorang penyerang, kami membayar mahal karena dia mencetak gol, tapi cara dia bermain, bekerja keras, dan menghubungkan alur permainan, itu sangat berarti,” kata Amorim usai laga.
Juru taktik asal Portugal itu bahkan mengibaratkan pergerakan mantan bomber Benfica dan Paris Saint-Germain tersebut seperti ada dua pemain sekaligus di lini depan.
“Kadang-kadang terlihat seolah-olah ada dua pemain yang menembus barisan pertahanan, padahal itu hanya Goncalo Ramos,” ujar Amorim menambahkan.
Meski berhasil menjadi pemecah kebuntuan, Ramos sejatinya sempat menyia-nyiakan dua peluang emas di babak pertama dan beberapa kali terjebak posisi offside. Kendati demikian, Amorim menilai hal itu sebagai bukti kedewasaan mental sang pemain yang tidak larut dalam kegagalan.
“Meskipun dia gagal memanfaatkan peluang-peluang besar, dia tetap tenang saat menghadapi peluang ketiga dan bebas mencetak gol. Itu menunjukkan bahwa dia adalah pemain berpengalaman; dia tidak memikirkan peluang-peluang yang terlewatkan, melainkan fokus pada peluang berikutnya,” tutup sang pelatih.
Keberhasilan mengoyak jala lawan di depan tifosi setia AC Milan ini diyakini bakal mendongkrak tingkat kepercayaan diri Goncalo Ramos dalam mengarungi laga-laga mendatang. (*)


