Jangan Sepelekan Pelanggaran Lalu Lintas, Risikonya Bisa Picu Kerugian Besar, Ini Imbauan Asuransi Astra

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pelanggaran lalu lintas yang kerap dianggap sepele oleh pengendara dapat menimbulkan risiko serius, mulai dari kecelakaan hingga kerugian material yang tidak sedikit.

Karena itu, Asuransi Astra mengingatkan masyarakat agar tidak menormalisasi berbagai bentuk pelanggaran saat berkendara.

Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Head of PR, Marcomm & Event Asuransi Astra, Laurentius Iwan Pranoto, mengatakan kebiasaan menganggap ringan sebuah pelanggaran justru dapat membuka peluang munculnya risiko yang lebih besar.

“Pelanggaran yang dianggap sepele bagi pengendara, bisa saja memberikan dampak kerugian yang luar biasa. Jadi, jangan normalisasi melanggar saat berkendara, karena risikonya bisa datang kapan saja,” kata Laurentius.

Menurut dia, pengendara perlu memahami bahwa setiap pelanggaran memiliki potensi konsekuensi. Risiko tidak hanya berkaitan dengan keselamatan pengemudi, tetapi juga dapat berdampak kepada penumpang, pengguna jalan lain, hingga kondisi kendaraan.

Beberapa perilaku yang sering dianggap sepele, seperti menerobos lampu lalu lintas, tidak menggunakan sabuk pengaman, berkendara tanpa kelengkapan surat, hingga mengabaikan rambu dan marka jalan, dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.

Asuransi Astra sebelumnya juga mengingatkan bahwa pelanggaran tertentu dapat berkaitan dengan ketentuan perlindungan asuransi kendaraan. Dalam ketentuan Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI), sejumlah kondisi akibat pelanggaran aturan lalu lintas dapat menjadi pengecualian dalam pengajuan klaim.

Selain mematuhi rambu dan aturan lalu lintas, pengendara juga dituntut menjaga konsentrasi selama perjalanan. Asuransi Astra menekankan pentingnya menghindari berbagai bentuk distraksi, termasuk penggunaan ponsel ketika mengemudi, karena perhatian yang teralihkan dapat meningkatkan potensi kecelakaan.

Laurentius menegaskan keselamatan berkendara seharusnya tidak hanya dilakukan ketika kondisi jalan sedang ramai atau saat melakukan perjalanan jauh. Kebiasaan berkendara secara aman perlu diterapkan dalam setiap perjalanan, termasuk untuk jarak dekat.

“Jangan normalisasi melanggar saat berkendara, karena risikonya bisa datang kapan saja,” ujarnya.

Melalui edukasi tersebut, Asuransi Astra mengajak masyarakat untuk lebih memahami berbagai risiko dan dampak dari pelanggaran lalu lintas. Kesadaran untuk menaati aturan diharapkan dapat membangun budaya berkendara yang lebih aman dan bertanggung jawab.

Asuransi Astra secara konsisten mengampanyekan keselamatan berkendara melalui berbagai kegiatan edukasi. Kampanye tersebut sejalan dengan semangat #AlwaysDriveSafely, yang mendorong masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas dalam setiap perjalanan.

Informasi mengenai berbagai risiko dan dampak pelanggaran saat berkendara juga dibagikan melalui materi edukasi #POMInfo Asuransi Astra. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan