MENITNEWS.CO.ID, ITALIA — Laga Juventus versus AC Milan pada pekan ketiga Liga Italia 2026-2027 menjadi ujian serius pertama bagi Ruben Amorim dalam membangun permainan Rossoneri.
Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Allianz, Senin (7/9/2026) dini hari pukul 02.45 WITA. Duel ini menjadi tantangan berbeda bagi AC Milan setelah mengawali kompetisi dengan hasil sempurna.
Di bawah arahan Amorim, Milan meraih dua kemenangan pada dua pertandingan pertama. Rossoneri mengalahkan Torino dengan skor 2-1, kemudian menundukkan Venezia 2-0.
Hasil tersebut menjadi modal penting bagi Milan sebelum menghadapi Juventus. Namun, performa Rossoneri juga masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah.
Amorim mulai memperlihatkan karakter permainannya di AC Milan. Rossoneri tampil lebih agresif dengan garis pertahanan yang lebih tinggi dibandingkan pendekatan yang diterapkan Massimiliano Allegri pada musim sebelumnya.
Milan juga berusaha memainkan sepak bola progresif dengan mengandalkan lebih banyak operan vertikal untuk mempercepat pembangunan serangan.
Pendekatan tersebut mendapat perhatian positif dari media Italia. Namun, Milan masih membutuhkan waktu untuk benar-benar membongkar pertahanan lawan.
Salah satu catatan yang terlihat dari dua pertandingan awal adalah produktivitas pada babak pertama. Seluruh gol Milan pada musim ini tercipta setelah turun minum.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa Milan masih perlu meningkatkan efektivitas serangan sejak awal pertandingan.

Pertandingan melawan Juventus akan menjadi kesempatan bagi Pelatih Milan, Amorim untuk mengukur sejauh mana filosofi permainannya mampu berjalan ketika menghadapi lawan dengan kualitas dan tekanan lebih tinggi.
Juventus juga mengawali musim Liga Italia 2026-2027 dengan hasil sempurna. Karena itu, duel di Allianz Stadium diperkirakan berlangsung ketat.
Laga ini sekaligus menjadi indikator awal mengenai kemampuan Milan mempertahankan pendekatan ofensifnya ketika berhadapan dengan tim papan atas.
Setelah menghadapi Juventus, Milan masih harus menjalani rangkaian pertandingan berat dalam 12 hari berikutnya.
Rossoneri dijadwalkan menghadapi Lazio di Liga Italia pada 12 September. Empat hari kemudian, Milan akan memulai kiprahnya di Liga Europa dengan menjamu Benfica di San Siro.
Rangkaian pertandingan tersebut menjadi periode penting bagi Amorim. Jika mampu melewati tantangan Juventus, Lazio, dan Benfica dengan performa meyakinkan, kepercayaan terhadap filosofi baru pelatih asal Portugal itu berpotensi semakin kuat.
Sebaliknya, hasil kurang maksimal dapat memperlihatkan bahwa Milan masih membutuhkan waktu untuk sepenuhnya beradaptasi dengan sistem permainan Amorim.
Pertandingan Juventus kontra AC Milan pun bukan sekadar perebutan tiga poin.
Duel Milan vs Juventus ini, menjadi panggung untuk menguji sejauh mana perubahan gaya bermain Rossoneri mampu bertahan ketika menghadapi lawan-lawan dengan level kompetisi yang lebih tinggi. (*)



