Daeng Manye Dorong Penguatan Sejarah dan Budaya Kerajaan Sanrobone

MENITNEWS.CO.ID, TAKALAR — Bupati Takalar, Muhammad Firdaus Daeng Manye, mendorong penguatan kembali nilai sejarah, budaya, dan adat Kerajaan Sanrobone sebagai bagian dari upaya menjaga warisan leluhur sekaligus memperkuat identitas masyarakat Kabupaten Takalar.

Hal itu disampaikan Daeng Manye, saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang dirangkaikan dengan pemberian gelar kebangsawanan dari lingkungan Kerajaan Sanrobone di Baruga Karaeng Karunrung, Batupute Dusun Lau, Desa Sanrobone, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, Minggu (6/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Daeng Manye hadir bersama Ketua TP PKK Takalar Dewi Sri Ekowati Firdaus dan Camat Sanrobone Irham L.

Daeng Manye mengatakan, Sanrobone memiliki nilai sejarah yang besar sehingga perlu terus dikenalkan kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Menurutnya, keberadaan Benteng Sanrobone menjadi salah satu bukti sejarah kejayaan Kerajaan Sanrobone pada masa lalu.

“Kerajaan Sanrobone adalah kerajaan yang besar, yang punya nilai historis, punya nilai sejarah, dan punya nilai strategis,” kata Daeng Manye.

Ia menegaskan, warisan sejarah tidak cukup hanya dikenang, tetapi perlu dihidupkan melalui berbagai kegiatan kebudayaan dan adat yang melibatkan masyarakat.

Daeng Manye menyebut dirinya memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga dan mengembangkan nilai-nilai yang diwariskan Kerajaan Sanrobone.

“Ini menjadi perhatian saya karena selaku anggota dan keluarga dari Kerajaan dan Masyarakat Sanrobone, saya merasa punya tanggung jawab moral,” ujarnya.

Menurut dia, penguatan sejarah, budaya, dan adat dapat menjadi salah satu pilar dalam memperkuat kehidupan sosial masyarakat Takalar. Tradisi yang diwariskan leluhur dinilai memiliki nilai sosial yang mampu mempererat hubungan dan silaturahmi antarmasyarakat.

Salah satu tradisi yang kembali diaktifkan ialah A’dapu Minyak yang dilaksanakan setiap tanggal 18. Tradisi tersebut menjadi bagian dari warisan leluhur yang dahulu menjadi sarana masyarakat untuk berkumpul, bersyukur, sekaligus memperkuat hubungan kekeluargaan.

“Saya mengaktifkan kembali A’dapu Minyak. Setiap tanggal 18 dirangkaikan dengan ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya.

Daeng Manye berharap kegiatan adat dan kebudayaan di Sanrobone dapat terus dikembangkan.

Dengan demikian, generasi muda diharapkan semakin mengenal sejarah daerah dan memiliki keterikatan yang kuat terhadap warisan budaya leluhurnya.

Selain peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian gelar kebangsawanan kepada lima keluarga dari lingkungan Kerajaan Sanrobone.

Salah satu penerima gelar ialah Kasat Reskrim Polres Takalar IPTU DR(c) Haryanto, S.H., M.M. Ia dianugerahi gelar Daeng Pabeta.

Pemberian gelar kebangsawanan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan adat dan budaya Kerajaan Sanrobone. Momentum itu sekaligus menegaskan pentingnya menjaga keberadaan sejarah, adat, dan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Penguatan kembali tradisi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi upaya melestarikan budaya, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan sejarah Sanrobone kepada generasi muda dan masyarakat luas. (Adv)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan