MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA – Kemenangan 2-1 Arsenal atas Chelsea dalam Derbi London di Emirates Stadium, Minggu (6/9/2026) malam WIB, diwarnai kontroversi kepemimpinan wasit. Salah satu momen yang memicu sorotan publik terjadi di awal babak pertama saat bek The Gunners, Gabriel Magalhaes, luput dari sanksi kartu merah meski kakinya mendarat di kepala kiper Chelsea, Emiliano Martinez.
Insiden tersebut berlangsung pada menit ke-6 ketika kedua tim memperebutkan bola liar di dalam kotak penalti The Blues. Gabriel yang berupaya menyambar bola tampak mengayunkan kaki hingga mengenai kepala penjaga gawang Timnas Argentina itu. Emi Martinez pun langsung terkapar dan membutuhkan penanganan medis di lapangan.
Kendati tindakan tersebut tergolong pelanggaran berat, wasit utama Chris Kavanagh memilih tidak memberikan peringatan maupun kartu kepada Gabriel. Keputusan ini memicu pertanyaan publik mengenai alasan di balik tiadanya sanksi tegas untuk bek asal Brasil tersebut.
Berdasarkan laporan Sky Sports yang menukil penilaian panel Liga Inggris, insiden itu dikategorikan sebagai kontak fisik yang tidak disengaja. Wasit Video Assistant Referee (VAR) yang meninjau ulang kejadian tersebut sependapat dengan keputusan Chris Kavanagh di lapangan.
Merujuk pada Aturan 12 Hukum Permainan Sepak Bola Inggris, tindakan kekerasan (violent conduct) didefinisikan sebagai penggunaan kekuatan berlebihan terhadap lawan ketika pemain tidak sedang berupaya memperebutkan bola. Dalam konteks ini, Gabriel dinilai sedang aktif memperebutkan bola, sehingga aksinya tidak dikategorikan sebagai tindakan kekerasan sengaja yang membuahkan kartu merah.
Keputusan tersebut menuai kritik keras dari pengamat sepak bola sekaligus legenda Manchester United, Wayne Rooney. Rooney menilai Gabriel tetap layak diusir dari lapangan karena pelanggaran terjadi saat bola sudah berada dalam penguasaan penjaga gawang lawan.
“Martinez sedang memegang bola dan Gabriel menendang kepalanya; ia mengayunkan kaki dan gerakannya jauh melampaui batas wajar. Ia sangat beruntung bisa tetap berada di lapangan,” kata Rooney.
Sorotan terhadap kepemimpinan Chris Kavanagh tak berhenti di situ. Wasit dianggap mengambil beberapa keputusan yang merugikan Chelsea, salah satunya saat Morgan Rogers diganjar kartu kuning pada menit ke-82 padahal dirinya yang dijatuhkan oleh Declan Rice.
Dalam laga pekan ketiga Liga Inggris 2026-2027 tersebut, Chelsea sebenarnya unggul lebih dahulu lewat tembakan first time Morgan Rogers dari luar kotak penalti pada menit ke-2. Namun, Arsenal berhasil bangkit dan membalikkan kedudukan melalui gol Kai Havertz pada menit ke-25 serta aksi Martin Odegaard pada menit ke-50.
Kekalahan di Emirates Stadium ini menjadi hasil negatif pertama bagi Chelsea pada kampanye Liga Inggris musim ini, sekaligus menghentikan tren positif mereka di awal kompetisi. (*)



