RSUD La Palaloi Maros Siap Operasikan Cath Lab, Layanan Jantung Tak Lagi Harus Dirujuk ke Makassar

MENITNEWS.CO.ID, MAROS — RSUD La Palaloi Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, bersiap mengoperasikan fasilitas Catheterization Laboratory (Cath Lab) untuk memperkuat layanan diagnosis dan penanganan penyakit jantung di daerah.

Fasilitas medis tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan nilai sekitar Rp30 miliar.

Kehadiran Cath Lab diharapkan dapat mempercepat penanganan pasien jantung sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap layanan rujukan di Kota Makassar.

Bupati Maros HA Chaidir Syam mengatakan, bantuan alat kesehatan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Maros.

“Kami atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Maros mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden RI dan Menteri Kesehatan RI atas perhatian dan bantuan luar biasa ini,” kata Chaidir Syam, Selasa (8/9/2026).

Menurut dia, bantuan peralatan medis bernilai puluhan miliar rupiah itu tidak diperoleh secara instan.

Kehadiran fasilitas tersebut merupakan hasil komitmen, sinergi, dan perjuangan pemerintah daerah hingga ke tingkat pemerintah pusat untuk mendekatkan pelayanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat.

Chaidir berharap keberadaan Cath Lab dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama pasien yang membutuhkan tindakan medis terhadap gangguan pembuluh darah dan penyakit jantung.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD La Palaloi, dr Sri Syamsinar Rachmah, mengatakan alat Cath Lab saat ini telah berada di rumah sakit.

Namun, fasilitas tersebut belum dapat langsung digunakan karena masih terdapat sejumlah tahapan yang harus dipenuhi sebelum pengoperasian.

“Untuk pengoperasian alat sekompleks Cath Lab, kita sementara pengurusan izin pengoperasian dan membutuhkan tenaga dokter dan tim medis yang benar-benar terlatih. Oleh karena itu, tim medis kami harus mengikuti pelatihan khusus terlebih dahulu selama kurang lebih tiga bulan,” jelas Sri Syamsinar.

Ia memperkirakan layanan Cath Lab RSUD La Palaloi dapat beroperasi penuh pada akhir 2026.

Menurut Sri Syamsinar, kesiapan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting sebelum fasilitas tersebut mulai melayani pasien. Selain perizinan, tenaga kesehatan harus memiliki kompetensi khusus untuk menangani prosedur kateterisasi dan intervensi jantung.

Kehadiran Cath Lab di RSUD La Palaloi nantinya juga diharapkan dapat memangkas proses rujukan dan mempercepat penanganan pasien dalam kondisi darurat.

Selama ini, pasien jantung di Maros yang membutuhkan tindakan intervensi, seperti pemasangan ring (stent) atau prosedur menggunakan balon untuk membuka pembuluh darah yang menyempit, harus dirujuk ke rumah sakit di Kota Makassar karena keterbatasan fasilitas.

Dengan beroperasinya Cath Lab, pasien dari Kabupaten Maros diharapkan dapat memperoleh layanan tersebut di daerah sendiri tanpa harus terlebih dahulu menjalani perjalanan menuju Makassar.

Keberadaan fasilitas ini dinilai penting untuk mempercepat penanganan pasien, terutama dalam kondisi yang membutuhkan tindakan segera.

Waktu menjadi faktor krusial dalam penanganan serangan jantung karena semakin cepat pasien mendapatkan intervensi yang tepat, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan jantung yang lebih luas.

Untuk memastikan pelayanan berjalan optimal, RSUD La Palaloi juga menyiapkan tenaga medis melalui berbagai program pelatihan.

Sejumlah dokter mendapatkan pelatihan fellowship selama satu tahun di Tiongkok, sedangkan tenaga keperawatan saat ini menjalani pelatihan selama sekitar tiga bulan di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung.

Dengan dukungan alat berteknologi tinggi dan sumber daya manusia yang dipersiapkan secara khusus, RSUD La Palaloi ditargetkan menjadi salah satu fasilitas kesehatan di Maros yang mampu memberikan layanan jantung lebih lengkap dan cepat kepada masyarakat.

Pengoperasian Cath Lab tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat pelayanan kesehatan rujukan dan mendekatkan akses terhadap layanan spesialistik bagi masyarakat Kabupaten Maros. (Adv)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan