Waspada Penyakit Menular Seksual, Dokter RSUD Daya Makassar Imbau Masyarakat Jangan Sepelekan Keluhan Genital

MENITNEWS.CO.ID, ​MAKASSAR — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Kota Makassar mengimbau masyarakat agar tidak menyepelekan setiap keluhan kesehatan yang muncul pada area genital atau organ intim.

Gejala sekecil apapun dinilai bisa menjadi indikasi awal dari Penyakit Menular Seksual (PMS) yang memerlukan penanganan medis secara tepat.

​Hal tersebut disampaikan oleh Dokter Spesialis Kulit, Kelamin, dan Estetika RSUD Daya Kota Makassar, dr. Falencia Dwita Lestari, MARS, Sp. DVE, dalam keterangan edukasinya.

Menurutnya, sejumlah keluhan seperti keputihan abnormal, rasa terbakar saat buang air kecil, munculnya luka, benjolan, hingga rasa nyeri di area genital perlu diwaspadai secara serius.

​”Apakah Sobat Sehat pernah mengalami keputihan abnormal, rasa terbakar saat buang air kecil, luka, benjolan, atau nyeri di area genital? Bisa jadi itu adalah tanda dari Penyakit Menular Seksual (PMS),” ujar dr. Falencia, Kamis (17/9/2026).

​Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa PMS dapat ditularkan melalui berbagai aktivitas seksual, baik secara vaginal, anal, maupun oral. Beberapa jenis PMS yang paling sering ditemukan di antaranya adalah gonore, sifilis, kutil kelamin, trikomoniasis, infeksi klamidia, hingga HIV.

​Dr. Falencia juga meluruskan stigma di tengah masyarakat yang kerap mengaitkan penderita PMS dengan perilaku buruk atau gaya hidup kotor. Ia menegaskan bahwa siapa pun yang aktif secara seksual memiliki risiko yang sama terinfeksi PMS.

Bahkan, dalam beberapa kasus, PMS tidak menimbulkan gejala sama sekali pada penderitanya, namun tetap berpotensi menularkan kepada pasangan.

​Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diimbau untuk melakukan tindakan pencegahan sedini mungkin, antara lain:

​Menggunakan pelindung atau kondom saat berhubungan seksual.

​Membatasi jumlah pasangan seksual dan menghindari seks bebas.

​Melakukan Vaksinasi HPV bagi kelompok yang berisiko.

​Melakukan screening kesehatan secara berkala dan berkonsultasi langsung kepada dokter spesialis.

​Pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan diagnosis mandiri (self-diagnosis) atau sembarangan mengonsumsi antibiotik tanpa resep dokter.

Semakin lama penundaan penanganan medis dilakukan, maka progres penyakit dikhawatirkan akan semakin parah dan membutuhkan prosedur pengobatan yang lebih kompleks.

​Bagi masyarakat Kota Makassar yang ingin melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut terkait kesehatan kulit dan kelamin, RSUD Daya menyediakan layanan Poliklinik Kulit dan Kelamin yang didukung oleh tenaga medis profesional. (Adv)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan