Alasan Krisjiana Baharudin Jalani Vasektomi usai Siti Badriah Melahirkan Dua Anak

Suami Siti Badriah, Krisjiana Baharudin, Jalani Vasektomi. Foto: Istimewa

MENITNEWS.CO.ID, TANGERANG — Aktor Krisjiana Baharudin memutuskan untuk menjalani prosedur kontrasepsi permanen atau vasektomi. Langkah tersebut diambil guna berbagi peran dalam urusan kontrasepsi bersama sang istri, penyanyi dangdut Siti Badriah.

Prosedur medis tersebut ditangani oleh dr. Maruto Harjanggi di Mandaya Royal Hospital Puri [PERLU VERIFIKASI REDAKSI: Tanggal kejadian]. Keputusan ini disepakati pasangan yang menikah pada 2019 lalu tersebut setelah dikaruniai dua orang anak, Xarena Zenata Denallie Baharudin dan Xandraya Zevora Davanee Baharudin.

Dalam keterangan yang terpublikasi di media massa, Krisjiana mengungkapkan alasan utama di balik keputusannya adalah rasa empati terhadap pengorbanan sang istri selama masa kehamilan hingga persalinan.

“Aku enggak tega kalau Siti yang harus pakai KB atau menahan sakit lagi. Perjuangan dia dari mengandung sampai melahirkan sudah sangat luar biasa. Jadi, sekarang giliran aku yang mengambil peran ini,” ujar Krisjiana.

Ia menambahkan bahwa proses mengandung dua kali memberikan dampak besar bagi fisik, psikis, hingga kelangsungan karier Siti Badriah. Bagi Krisjiana, pengorbanan dalam membangun rumah tangga idealnya ditanggung bersama.

“Dalam pernikahan, pengorbanan seharusnya tidak berjalan satu arah. Kalau sudah sepakat memutuskan untuk tidak hamil lagi, setop bebankan semua pada istri. Biarlah kita para suami yang ambil bagian saat ini,” tegasnya.

Memahami Prosedur Medis Vasektomi

Prosedur vasektomi dilakukan melalui pemotongan dan penutupan saluran vas deferens, yakni saluran yang berfungsi mengalirkan sel sperma dari testis.

Tindakan ini membuat sperma tidak lagi bercampur dengan cairan mani saat ejakulasi, sehingga proses pembuahan dapat dicegah secara permanen.

Secara medis, tindakan medis ini kerap disalahartikan oleh sebagian masyarakat. Vasektomi dipastikan tidak memengaruhi produksi hormon testosteron, tingkat gairah seksual (libido), maupun kemampuan ereksi dan ejakulasi pada pria.

Langkah yang diambil Krisjiana ini sekaligus menjadi momentum edukasi publik mengenai pentingnya keterlibatan pria dalam program Keluarga Berencana (KB) nasional, yang selama ini dominan dibebankan kepada perempuan. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan