MENITNEWS.CO.ID, MILAN — Langkah pelatih AC Milan, Ruben Amorim, dalam meracik komposisi tim mulai menuai gelombang kritik dari para juru taktik senior dan pengamat sepak bola Italia. Keputusan melakukan rotasi besar-besaran saat berhadapan dengan Benfica pada laga pembuka Liga Europa, Rabu (16/9/2026), dinilai menjadi penyebab utama kekalahan 0-2 I Rossoneri di San Siro.
Hasil minus tersebut menutup catatan tak terkalahkan Milan di awal musim ini. Sebelum kekalahan di pentas Eropa, klub berjuluk I Rossoneri itu mengoleksi delapan poin dari empat laga perdana Serie A. Namun, keputusan Amorim membangkucadangkan pemain kunci memicu polemik hangat menjelang laga kontra Lecce pada Minggu (20/9/2026).
Rotasi Pemain yang Memicu Tanda Tanya
Kritik tajam salah satunya datang dari pelatih legendaris AC Milan, Fabio Capello. Seperti dikutip dari media Italia Milannews, Capello mengaku heran dengan keputusan Amorim yang mendadak menurunkan Filippo Terracciano dan Omari Hutchinson sebagai starter, sembari menepikan Christian Pulisic serta Diego Moreira.
Capello menilai pelatih asal Portugal itu belum menemukan komposisi skuad utama yang solid. Menurutnya, sebuah tim membutuhkan kerangka 12 hingga 13 pemain kunci untuk membangun konsistensi. Bongkar pasang line-up yang terlalu sering diyakini justru memperlambat pembentukan kedalaman tim.
Sorotan Taktik dan Perbandingan dengan Rekam Jejak
Jurnalis sepak bola Italia, Alfredo Pedulla, melontarkan kritik yang tak kalah keras. Pedulla mempertanyakan alasan teknis di balik pembatasan menit bermain Christian Pulisic dan pencadangan Moreira yang didatangkan dengan nilai transfer tinggi. Ia bahkan secara kiasan menilai penyusunan susunan pemain tersebut tampak tidak memiliki pola yang jelas.
Di sisi lain, mantan pesepak bola Paolo Di Canio menilai pendekatan Amorim di Milan menyerupai pola yang pernah diterapkan sang pelatih saat menangani Manchester United. Di Canio menyebut ada kecenderungan menepikan pemain-pemain tertentu dalam proses pembentukan kelompok pemain yang diinginkan sang pelatih.
Dampak pada Peta Persaingan Serie A
Kekalahan ini tak hanya berdampak pada moral tim di kompetisi Eropa, tetapi juga memperketat persaingan di liga domestik. Saat ini AC Milan tertahan di posisi ke-6 klasemen sementara Serie A dengan delapan poin. Positionally, Milan terpaut satu angka dari Cagliari yang secara mengejutkan berada di peringkat ke-5 dengan sembilan poin.
Bagi penikmat sepak bola di Indonesia, situasi yang dialami AC Milan memberikan gambaran menarik mengenai dinamika adaptasi pelatih baru di klub raksasa Eropa. Ujian konsistensi serta kepemimpinan Ruben Amorim dalam meredam tekanan media Italia akan kembali teruji pada laga Serie A akhir pekan ini. (*)



