MENITNEWS.CO.ID, LUWU — Sebanyak 10 desa di Kabupaten Luwu resmi ditetapkan sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana). Pengukuhan dilakukan Bupati Luwu H. Patahudding di Desa Kadundung, Kecamatan Latimojong.
Dari 10 desa tersebut, enam di antaranya mendapat pendampingan melalui kolaborasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, PT Masmindo Dwi Area (MDA), dan PUSPENA Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP).
Enam desa tersebut yakni Desa Ulusalu, Tolajuk, Boneposi, Rante Balla, dan Kadundung di Kecamatan Latimojong, serta Desa Bonelemo di Kecamatan Bajo Barat.
Sementara empat desa lainnya berada di Kecamatan Bua dan Walenrang Utara, yakni Desa Karangkarangan, Lengkong, Padang Kalua, dan Bosso Timur.
Program Destana merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana. Program tersebut juga mendukung Pemerintah Kabupaten Luwu dalam meningkatkan kemampuan mitigasi dan respons bencana di tingkat desa.
Pendampingan Destana sekaligus menjadi implementasi pilar Jaga Keselamatan Desa yang merupakan bagian dari Program Jaga Desa MDA. Program tersebut lahir dari aspirasi masyarakat melalui FORDES MATAPPA.
Dalam pelaksanaannya, BPBD Kabupaten Luwu berperan sebagai leading sector. Sementara MDA dan PUSPENA UNCP mendukung pendampingan serta penguatan kapasitas masyarakat di desa.
Kolaborasi tersebut juga melahirkan WebGIS Destana, yakni sistem berbasis web yang memuat informasi mengenai kejadian, potensi, serta titik rawan bencana di wilayah desa.
Informasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dan pemerintah desa dalam melakukan mitigasi sekaligus menjadi dasar untuk memperkuat kesiapsiagaan ketika menghadapi kondisi darurat.
Pengukuhan Destana juga dirangkaikan dengan simulasi penanggulangan bencana yang melibatkan BPBD Kabupaten Luwu, anggota Destana, Palang Merah Indonesia (PMI), serta Emergency Response Team (ERT) MDA.
Bupati Luwu H. Patahudding mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah, perusahaan, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana.
“Dengan hadirnya MDA dan Universitas Cokroaminoto untuk bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Luwu, kita menghasilkan beberapa program yang bisa memitigasi bencana yang telah terjadi maupun yang akan terjadi,” kata Patahudding saat dikonfirmasi, Rabu (23/9/2026).

Menurut Patahudding, kejadian bencana yang terjadi pada 2024 harus menjadi pembelajaran bagi masyarakat. Pengalaman tersebut, khususnya di Kecamatan Latimojong, dinilai penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Ia juga berharap program Destana dapat terus diperluas. Pengembangan program diharapkan tidak hanya menyasar wilayah lingkar tambang, tetapi juga desa-desa lain di Kabupaten Luwu.
Direktur Human Capital and Corporate Service MDA Muhammad Suhada mengatakan pendampingan Destana merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung penguatan kesiapsiagaan masyarakat.
MDA, kata dia, mendukung Pemerintah Kabupaten Luwu melalui BPBD dalam meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi risiko bencana.
“Ketangguhan menghadapi bencana harus dibangun sebelum bencana terjadi,” ujar Suhada.
Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghadapi kondisi darurat.
Masyarakat juga perlu memiliki pengetahuan untuk mengenali dan mengelola risiko bencana di wilayah masing-masing.
Pendampingan dilakukan bersama BPBD, PUSPENA UNCP, FORDES MATAPPA, dan masyarakat desa. Kapasitas yang telah terbentuk diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan.
Ketua PUSPENA UNCP Dr. Ichwan Muis mengatakan pendampingan diarahkan untuk membangun kemampuan masyarakat agar mampu melakukan mitigasi dan menghadapi bencana secara mandiri.
Masyarakat didorong mengenali potensi serta risiko bencana di wilayahnya. Selain itu, mereka dibekali pemahaman mengenai mitigasi dan respons ketika terjadi kondisi darurat.
“WebGIS Destana juga menjadi bagian dari upaya menyediakan informasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan pemerintah desa untuk mendukung kesiapsiagaan berbasis kondisi wilayah,” kata Ichwan.
Pengukuhan 10 Destana tersebut menjadi bagian dari kolaborasi Pemerintah Kabupaten Luwu, BPBD, MDA, PUSPENA UNCP, dan masyarakat untuk membangun ketangguhan desa dalam menghadapi risiko bencana secara berkelanjutan. (*)



