BAZNAS dan Pemkot Makassar Targetkan Pembentukan UPZ di Seluruh Kelurahan Jelang November 2026

BAZNAS Pusat Dukung Kota Makassar Jadi Prototipe Kota Filantropi Nasional, Launching November (Foto: Istimewa)

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia mulai mematangkan langkah menjadikan Makassar sebagai percontohan Kota Filantropi Nasional. Salah satu tumpuan utama gerakan ini adalah pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat kelurahan untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran di tingkat akar rumput.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan antara Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Pimpinan BAZNAS RI Hj. Saidah Sakwan di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Rabu (23/9/2026). Hadir pula dalam kesempatan tersebut Ketua BAZNAS Makassar Usman Sofian, Kepala Dinas Sosial Andi Bukti Djufrie, dan Kabag Kesra Kota Makassar Mohammad Syarief.

Pimpinan BAZNAS RI, Saidah Sakwan, menyatakan dukungan penuh terhadap gagasan ini dan mendorong agar Makassar menjadi prototipe gerakan filantropi nasional yang terekssekusi secara nyata, bukan sekadar agenda seremoni.

“Kita saling mendukung gagasan, segera dieksekusi saja. Kita bikin Road to Philanthropy City. Rencananya akan di-launching November,” ujar Saidah melalui keterangan tertulis usai pertemuan tersebut.

UPZ Kelurahan dan Edukasi Sekolah

Gagasan Appi Disambut BAZNAS Pusat, Makassar Disiapkan Jadi Prototipe Kota Filantropi Nasional (Foto: Istimewa)

Guna menopang ekosistem filantropi, BAZNAS mendorong penguatan aspek kelembagaan hingga level pemerintahan terendah. Keberadaan UPZ di setiap kecamatan dan kelurahan dinilai strategis untuk menampung sekaligus menyalurkan dana sosial masyarakat secara rutin.

Selain penguatan struktur di tingkat kelurahan, BAZNAS dan Pemkot Makassar juga merancang program literasi filantropi yang menyasar anak usia sekolah. Pelajar tidak hanya diberikan pemahaman teori, tetapi diajak mempraktikkan peran sebagai amil dan menyerahkan bantuan langsung kepada mustahik (penerima zakat).

“Anak-anak sekolah harus diajarkan untuk mengembangkan filantropi. Mereka kita literasi, kita ajari bagaimana menjadi amil, bagaimana bertemu mustahik,” kata Saidah, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PP Muslimat NU tersebut.

Tak hanya menyasar masyarakat umum dan sekolah, BAZNAS juga berencana menggandeng perguruan tinggi di Makassar untuk menguji gagasan Kota Filantropi dari sudut pandang akademis melalui forum diskusi ilmiah.

Landasan Transparansi dan Kepedulian Sosial

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan bahwa gagasan Kota Filantropi bukan sebatas slogan. Menurutnya, kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau megahnya infrastruktur, tetapi dari kepedulian warga yang berkecukupan terhadap kelompok yang membutuhkan.

“Kota yang maju bukan hanya diukur dari pertumbuhan ekonominya yang tinggi atau infrastruktur yang megah, tetapi dari sejauh mana warganya yang kuat melindungi yang lemah,” ungkap Munafri.

Ia menambahkan, keterlibatan BAZNAS sebagai lembaga resmi menjadi krusial agar pengumpulan dan penyaluran dana sosial berjalan transparan, akuntabel, serta sesuai dengan regulasi negara.

Seluruh persiapan kelembagaan dan program literasi ini ditargetkan melandasi peluncuran resmi Makassar sebagai Kota Filantropi Nasional pada November 2026, bertepatan dengan momentum Hari Jadi Kota Makassar. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan