MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel), mencatatkan realisasi penerimaan sektor kepabeanan dan cukai hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp163,56 miliar.
Angka ini setara dengan 43,80 persen dari total target yang ditetapkan sebesar Rp373,43 miliar.
Kepala Kanwil DJBC Sulbagsel, Martha Octavia, dalam konferensi pers Kinerja APBN Regional Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2026 di Gedung Keuangan Negara (GKN) II Makassar, Rabu (23/9/2026), memaparkan rincian komponen penerimaan tersebut.
Realisasi kepabeanan dan cukai ini terdiri atas Bea Masuk sebesar Rp96,55 miliar, Bea Keluar sebesar Rp23,17 miliar, serta penerimaan Cukai yang menyumbang Rp43,84 miliar.
Selain mengoptimalkan pengumpulan penerimaan negara, Kanwil DJBC Sulbagsel juga memperkuat fungsi pengawasan demi melindungi masyarakat.
Sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026, tercatat penindakan signifikan pada komoditas hasil tembakau mencapai 111,49 juta batang dengan nilai barang Rp173,39 miliar serta potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp113,21 miliar.

Di bidang penegakan hukum narkotika, psikotropika, dan prekursor (NPP), DJBC Sulbagsel bersama aparat penegak hukum lainnya sukses melakukan 9 kali penindakan.
Barang bukti yang diamankan meliputi Methamphetamine sebanyak 9.946 gram, Ganja 4.488 gram, Synthetic Cannabinoid cair 135 ml, Etomidate cair 8 ml, Tramadol 1.840 butir, serta Trihexyphenidyl sebanyak 40.000 butir.
Dari sisi fasilitasi perdagangan dan industri, Kanwil DJBC Sulbagsel turut memberikan dukungan nyata melalui pengawasan fasilitas Kawasan Berikat dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE).
Tercatat sebanyak 10 Kawasan Berikat dan 1 KITE beroperasi aktif di wilayah Sulbagsel, yang tidak hanya mendongkrak ekspor komoditas unggulan seperti produk nikel, karaginan, dan kepiting.
Tetapi juga menyerap ribuan tenaga kerja lokal serta mendatangkan tambahan nilai investasi yang signifikan.
Secara keseluruhan, kinerja fiskal dan pengawasan ini menjadi pilar strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi regional Sulawesi Selatan yang pada triwulan II 2026 tumbuh solid di angka 5,59 persen. (*)



