MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS Kesehatan) menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI), untuk memperluas jangkauan edukasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Sinergi ini diwujudkan melalui kegiatan Transformasi Awareness dan Sinergi Bersama Insan Dakwah JKN (Tasbih JKN) yang digelar di Ballroom Hyatt Place Hotel, Kota Makassar, Rabu (23/9/2026).
Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan ikhtiar kolektif bersama para pemuka agama untuk menebarkan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
”Mari jadikan kegiatan ini sebagai ikhtiar bersama untuk menebarkan manfaat yang lebih luas. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya,” ujar Akmal di hadapan ratusan da’i, da’iah, dan ulama yang hadir.
Menurut Akmal, kehadiran para tokoh agama sebagai penyambung pesan kebaikan sangat krusial agar nilai-nilai esensial dalam Program JKN dapat dipahami secara mendalam oleh masyarakat luas.
Melalui kolaborasi ini, semangat saling tolong-menolong dan gotong royong diharapkan semakin tumbuh subur di tengah warga.

Ia menjelaskan, esensi gotong royong dalam JKN berporos pada prinsip kebersamaan, di mana peserta yang berada dalam kondisi sehat membantu peserta yang sakit, serta peserta yang mampu menopang peserta yang kurang mampu.
Terlebih, risiko kesehatan bersifat dinamis dan dapat menimpa siapa saja tanpa perencanaan waktu.
”Namanya sakit, tidak ada jadwalnya. Sakit itu bisa datang tiba-tiba. Kita tidak pernah tahu kapan akan mendapat giliran. Kami sendiri juga berdoa agar tetap bisa membayar iuran, sekaligus berdoa semoga tidak perlu menggunakan fasilitas BPJS agar ini menjadi wujud nyata sikap saling tolong-menolong,” terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, Akmal turut mengingatkan teladan nilai gotong royong yang pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, ketika menyelesaikan perselisihan dalam peletakan Hajar Aswad. Keteladanan tersebut membuktikan bahwa kerja sama dapat menyelesaikan berbagai persoalan pelik.
Menutup rangkaian kegiatan, Akmal menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran MUI Pusat dan daerah, para ulama, serta insan dakwah yang hadir dan berkomitmen menyukseskan program ini.
”Seluruh insan dakwah merupakan energi yang sangat berharga dalam memperkuat ikhtiar bersama untuk menghadirkan JKN di tengah masyarakat,” pungkasnya. (*)



