MENITNEWS.CO.ID, LABUAN BAJO — Tim gabungan dari berbagai unsur terus mempercepat pendataan serta penanganan dampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang menguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Minggu (16/8) sore, bencana ini tercatat merenggut puluhan jiwa dan menyebabkan ribuan bangunan hancur.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun hingga pukul 16.00 WIB, total korban meninggal dunia telah mencapai 53 orang. Korban jiwa tersebar di beberapa area, dengan temuan terbanyak berada di Kabupaten Manggarai sebanyak 25 orang dan Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 20 orang. Sementara itu, empat korban jiwa teridentifikasi di Kabupaten Sikka, dua orang di Kabupaten Ende, serta masing-masing satu orang di Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Nagekeo.
Selain merenggut puluhan nyawa, petaka ini juga mengakibatkan 137 warga mengalami luka-luka. Tim penolong langsung mengevakuasi para korban cedera ke berbagai fasilitas kesehatan terdekat maupun posko medis darurat untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Baca juga: Gempa M 7,7 Nagekeo NTT Terasa di Makassar 30 Detik, Warga Panik Berlarian ke Luar Rumah
Dampak kerusakan infrastruktur di seluruh wilayah Provinsi NTT tergolong masif. Tercatat sebanyak 1.543 unit rumah warga mengalami rusak berat, 328 unit rusak sedang, dan 532 unit rusak ringan. Kerusakan juga menyasar fasilitas publik, meliputi 87 unit bangunan sekolah, 76 kantor pemerintahan, 50 tempat ibadah, serta sejumlah fasilitas umum lainnya.
Kondisi tersebut memaksa ribuan warga meninggalkan tempat tinggal mereka. Sebanyak 5.488 jiwa kini bertahan di lokasi pengungsian terpusat, sedangkan 171 jiwa memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat atau lokasi yang dinilai lebih aman. Aktivitas kegempaan di wilayah tersebut juga masih tinggi, di mana tercatat ada 995 kali gempa susulan dengan 46 di antaranya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Guna mendukung penanganan tanggap darurat, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama jajaran menteri terkait telah turun langsung ke lokasi bencana. Meski pencarian dan pertolongan korban masih menjadi prioritas utama, penyaluran bantuan dasar bagi para pengungsi terus digenjot oleh pemerintah.
Dukungan logistik dipasok melalui jalur darat maupun udara. Sebanyak 4.925 paket logistik dari pemerintah pusat yang dikirim melalui Posko Logistik Nasional Bandara Halim Perdana Kusuma telah mendarat di Maumere dan Labuan Bajo pada Minggu (16/8).
Bantuan pangan dan kebutuhan pokok tersebut dialokasikan secara proporsional ke beberapa wilayah terdampak. Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Sikka masing-masing menerima alokasi terbanyak yaitu 1.000 paket. Selanjutnya, Kabupaten Ende memperoleh 725 paket, sedangkan Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, serta Nagekeo masing-masing mendapatkan 550 paket.
Untuk memperlancar jalannya operasi kemanusiaan, pemerintah pusat melalui BNPB resmi mengaktifkan Pos Pendampingan Nasional (Pospenas) yang berkedudukan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Keberadaan posko ini berfungsi memandu dan mengoordinasikan seluruh pergerakan tim darurat di lapangan. Di saat yang sama, sebuah posko taktis juga disiagakan di Kota Maumere demi mempercepat jangkauan bantuan ke area terdampak. (*)

