Sayembara Logo HUT ke-419 Kota Makassar Dibuka, Pendaftaran Ditutup 5 September 2026

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Pariwisata, kembali menggandeng Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) Chapter Makassar untuk mencari desain logo dan identitas visual Hari Jadi ke-419 Kota Makassar.

Sayembara tersebut menjadi bagian dari program ADGI Hub sekaligus membuka ruang bagi desainer grafis lokal untuk menerjemahkan sejarah, karakter, semangat masyarakat, serta arah masa depan Kota Makassar ke dalam sebuah identitas visual.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Ahmad Hendra Hakamuddin, mengatakan sayembara desain kembali digelar setelah pelaksanaan pada tahun sebelumnya mendapat respons positif dari masyarakat dan pelaku industri kreatif.

Menurut Hendra, desain identitas visual Hari Jadi ke-419 Kota Makassar diharapkan memiliki konsep yang kuat, relevan dengan karakter kota, mudah diterapkan, serta mampu membangun identitas yang konsisten pada berbagai media komunikasi.

“Menyambut HUT Kota Makassar, kita melakukan sayembara seperti tahun lalu, bekerja sama dengan ADGI Chapter Makassar sebagai wadah untuk mengumpulkan ide-ide dan gagasan berkaitan dengan Hari Ulang Tahun Kota Makassar,” ujar Hendra.

Hal tersebut disampaikan Hendra seusai melakukan audiensi dengan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Balai Kota Makassar, Kamis (3/9/2026).

Ia menjelaskan, tema Hari Jadi ke-419 Kota Makassar telah diajukan kepada Wali Kota Munafri Arifuddin. Tema tersebut nantinya menjadi landasan bagi para peserta dalam mengembangkan konsep logo dan identitas visual.

“Untuk tema, sudah kita ajukan ke Pak Wali. Nanti berdasarkan tema tersebut, itu akan dijadikan logo,” katanya.

Hendra menegaskan, kolaborasi Pemkot Makassar dengan ADGI tidak sekadar menjadikan kegiatan tersebut sebagai kompetisi desain. Peserta yang terpilih akan mengikuti proses kuratorial agar konsep visual yang dihasilkan dapat dikembangkan secara lebih matang.

“Kita ingin melihat bagaimana desainer menerjemahkan identitas Makassar bukan hanya dari sisi simbol, tetapi juga dari kekayaan sejarah, energi masyarakatnya, dan visi Pemerintah Kota Makassar,” tuturnya.

Menurut Hendra, keterlibatan komunitas kreatif dan profesi desain dalam proses tersebut dapat memperkaya perspektif pemerintah dalam membangun citra Makassar sebagai kota tujuan pariwisata sekaligus pusat kreativitas di Indonesia Timur.

“Kami berharap identitas visual Hari Jadi ke-419 Kota Makassar nantinya tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi mampu merepresentasikan kondisi Makassar saat ini dan visi kota yang hendak diwujudkan ke depan,” harapnya.

Peserta Wajib Lolos Seleksi Portofolio

Sekretaris ADGI Chapter Makassar, Andi Weri, mengatakan mekanisme sayembara tahun ini berbeda dengan kompetisi desain pada umumnya.

Peserta terlebih dahulu diwajibkan mengirimkan portofolio untuk mengikuti proses seleksi. Dari seluruh portofolio yang masuk, ADGI akan memilih sekitar tiga hingga lima peserta atau tim untuk mengikuti proses kuratorial dan pengembangan desain.

“Kalau sayembara pada umumnya, sembarang orang bisa mengirimkan desain. Kalau yang ini tidak, mereka mengirimkan portofolio dulu. Yang lolos seleksi akan masuk final dan lanjut proses perancangan,” jelasnya.

Ia mengatakan peserta open call harus memenuhi sejumlah persyaratan. Di antaranya memiliki KTP Makassar dan/atau berdomisili di Kota Makassar.

Peserta dari luar daerah tetap dapat mengikuti proses tersebut sepanjang dapat membuktikan domisilinya di Kota Makassar, antara lain melalui surat keterangan domisili.

Selain itu, peserta minimal memiliki pengalaman dua tahun sebagai profesional graphic designer serta mempunyai portofolio yang menjadi bahan penilaian awal.

“Minimal pengalaman dua tahun sebagai profesional graphic designer dan memiliki portofolio,” katanya.

Bagi peserta yang mendaftar dalam bentuk tim, jumlah anggota minimal tiga orang. Ketentuan tersebut diberlakukan karena cakupan pekerjaan dalam merancang identitas visual dinilai cukup luas untuk dikerjakan seorang diri.

“Proses perancangan ini tidak mungkin dikerjakan oleh satu orang karena cakupannya luas dan yang mau dibuat banyak,” ungkap Andi.

Ia menambahkan, desainer yang belum memiliki studio tetap dapat mengikuti sayembara secara individu dengan membentuk tim kerja.

“Kalau tidak punya studio desain, boleh individu tetapi memanggil dua atau tiga orang timnya,” ujarnya.

Mahasiswa maupun peserta yang sudah tidak berstatus mahasiswa juga diperbolehkan mengikuti proses tersebut selama memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan.

Pendaftaran Dibuka hingga 5 September 2026

Open call sayembara desain logo dan identitas visual Hari Jadi ke-419 Kota Makassar telah dibuka sejak 27 Agustus 2026 dan akan ditutup pada 5 September 2026.

Selanjutnya, peserta yang lolos seleksi akan diumumkan pada 6 September 2026. Peserta terpilih kemudian mengikuti briefing awal pada 7 September 2026.

Dalam briefing tersebut, peserta akan mendapatkan pengarahan serta materi mengenai budaya Makassar sebagai bekal dalam mengembangkan konsep desain.

Proses kuratorial dan pengembangan desain selanjutnya berlangsung selama kurang lebih satu bulan. Hasil rancangan dijadwalkan dipresentasikan di hadapan Wali Kota Makassar dan Kepala Dinas Pariwisata pada 9 Oktober 2026.

Andi mengatakan proses kuratorial akan menilai sejumlah aspek, mulai dari estetika, keunikan atau distingsi konsep, hingga kemampuan desain untuk diterapkan dalam berbagai kebutuhan komunikasi.

Setelah seluruh proses kuratorial selesai, hasil rancangan akan diserahkan kepada Pemkot Makassar untuk menentukan desain yang paling representatif dengan tema Hari Jadi ke-419 Kota Makassar.

“Semua poin-poin sudah terpenuhi, sudah layak, kita serahkan ke pihak panitia Pemkot, dalam hal ini Pak Wali untuk menentukan pilihan mana yang paling representatif mewakili Hari Jadi Kota Makassar sesuai tema yang dibuat oleh Pemerintah Kota Makassar,” jelasnya.

Seluruh Peserta Terpilih Mendapat Fee Desain

Salah satu hal yang membedakan proses ini adalah peserta yang masuk dalam tahap perancangan akan mendapatkan fee desain.

Menurut Andi, kebijakan tersebut merupakan bagian dari prinsip ADGI yang menolak praktik speculative work, yakni pekerjaan desain yang dilakukan tanpa kepastian kompensasi bagi desainer.

“Siapa pun yang menang, semua dapat fee desain. Beda kalau sayembara terbuka, orang kirim, yang tidak menang tidak dapat apa-apa,” katanya.

“Sementara kita di ADGI menolak istilah speculative work, kerjaan yang Anda mendesain kemudian tidak dibayar,” sambungnya.

Selain menghasilkan logo dan identitas visual Hari Jadi ke-419 Kota Makassar, proses tersebut juga diharapkan menjadi wadah pengembangan kapasitas desainer grafis lokal.

“Minimal dalam proses kuratorial, teman-teman secara level, standar, dan skill-nya bisa naik,” tukas Andi.

Informasi lengkap mengenai persyaratan, mekanisme seleksi, serta tata cara pengiriman portofolio dapat diperoleh melalui akun Instagram ADGI Chapter Makassar, @adgi_makassar, dan media sosial Dinas Pariwisata Kota Makassar. (Adv)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan