MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar bergerak cepat menangani tiga kejadian kebakaran yang terjadi hampir bersamaan pada Kamis (3/9/2026) malam.
Tiga peristiwa tersebut masing-masing terjadi di Jalan Bonto Lanra Lorong 1, Kelurahan Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini; Jalan Suka Daeng, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya; serta Jalan Toddopuli 7, Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala.
Petugas BPBD bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), kepolisian, PLN, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, TNI-Polri, serta pemerintah setempat dikerahkan untuk melakukan pemadaman, evakuasi, asesmen, dan penanganan awal terhadap warga terdampak.
Kebakaran pertama terjadi di Jalan Bonto Lanra Lorong 1, Kelurahan Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini, sekitar pukul 20.45 WITA.
Berdasarkan laporan awal BPBD, api diduga berasal dari lilin yang dinyalakan salah seorang penghuni kamar saat terjadi pemadaman listrik.
Namun, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara oleh kepolisian.
Api mengakibatkan tiga unit rumah terdampak. Satu rumah permanen dan dua rumah semi permanen mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda.
Satu unit rumah yang terdiri atas lima petak mengalami rusak berat, satu rumah dua petak rusak sedang, sementara satu rumah lainnya mengalami rusak ringan.
Sebanyak sembilan kepala keluarga atau 28 jiwa terdampak dalam kejadian tersebut. Mereka terdiri atas 21 orang dewasa, lima anak-anak, satu balita, dan satu ibu hamil.
Tidak ada laporan korban luka maupun meninggal dunia. Api juga sempat merambat ke bangunan lain, tetapi kerusakan hanya terjadi pada bagian dapur.
Dalam penanganannya, Regu Alfa BPBD Makassar melakukan asesmen dan pemantauan situasi. Tim juga berkoordinasi dengan Damkarmat, Dinas Sosial, Dishub, TNI-Polri, PLN, Lurah Banta-Bantaeng, serta Ketua RT setempat.
Baca Juga : Tanggap Darurat Kekeringan, Personel BPBD Makassar Siaga 24 Jam Pastikan Penyaluran Air Bersih
BPBD menyiapkan sejumlah kebutuhan mendesak bagi warga terdampak, di antaranya family kit, first aid kit, baby kit, terpal, dan selimut.
Kebakaran Rumah di Bulurokeng
Kebakaran kedua terjadi di Jalan Suka Daeng, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya. Laporan awal diterima pada pukul 21.57 WITA.
Api diketahui muncul sekitar pukul 21.08 WITA setelah terjadi pemadaman listrik. Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga berkaitan dengan lilin yang menyala ketika rumah ditinggalkan. Namun, penyebabnya masih dalam penyelidikan.
Satu unit rumah panggung mengalami rusak berat akibat kejadian tersebut.
Kebakaran ini berdampak pada satu kepala keluarga yang terdiri atas tiga jiwa, yakni dua orang dewasa dan satu balita. Tidak terdapat laporan korban luka maupun meninggal dunia.

Sebanyak lima armada Damkarmat dikerahkan untuk melakukan pemadaman. BPBD Makassar bersama Damkarmat, kepolisian, RT dan RW serta unsur terkait melakukan evakuasi dan penanganan di lokasi.
Kebutuhan mendesak yang didata meliputi terpal, family kit, first aid kit, baby kit, pakaian, selimut, dan sarung.
Outlet Cafe Terbakar di Manggala
Sementara itu, kebakaran ketiga terjadi di sebuah outlet ruangan kafe di Jalan Toddopuli 7, Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala.
Peristiwa tersebut dilaporkan pada pukul 21.50 WITA. Api diduga berasal dari korsleting pada stopkontak yang berada di bawah sofa.
Api kemudian membakar sofa dan merusak satu ruangan kafe. Berdasarkan laporan awal, kerusakan dikategorikan sebagai rusak sedang.
Tidak ada warga yang terdampak dalam kejadian tersebut dan tidak terdapat laporan korban luka maupun meninggal dunia.
Petugas mengerahkan dua armada Damkarmat untuk melakukan pemadaman. BPBD Makassar bersama Damkarmat, Polri, PLN, dan Dishub turut terlibat dalam penanganan.
Pemadaman di lokasi berhasil dilakukan dan tidak diperlukan pendirian posko.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. HM Fadli Tahar, menegaskan bahwa respons cepat menjadi bagian penting dalam penanganan setiap kejadian kebakaran, terutama sejak laporan diterima hingga proses asesmen setelah api berhasil dikendalikan.
Fadli sebelumnya menjelaskan bahwa BPBD selalu bergerak bersama Damkar ketika menerima laporan kebakaran. Damkar berperan dalam pemadaman, sementara BPBD membackup proses evakuasi dan penanganan warga terdampak.
“Setiap ada kebencanaan kita harus ada di sisi mereka,” kata Fadli dalam penjelasan mengenai pola penanganan korban kebakaran, Jumat (4/9/2026).
Ia juga menekankan pentingnya asesmen cepat setelah api padam untuk mengetahui tingkat kerusakan, jumlah warga terdampak, termasuk kelompok rentan, serta kebutuhan yang harus segera dipenuhi.
Dalam tiga kejadian kebakaran pada Kamis malam tersebut, petugas BPBD tidak hanya melakukan pemantauan dan pendataan, tetapi juga berkoordinasi dengan berbagai unsur untuk memastikan penanganan berjalan cepat.
Rangkaian kejadian itu sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber api, terutama saat terjadi pemadaman listrik.
Baca Juga : BPBD Makassar Sebut Kekeringan Berdampak Berantai: Ancaman Kebakaran Hingga Lumpuhnya Ekonomi
Penggunaan lilin maupun peralatan listrik perlu diawasi dan tidak ditinggalkan dalam kondisi menyala.
BPBD Makassar juga sebelumnya mengingatkan masyarakat untuk memeriksa instalasi listrik, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. (Adv)



