MENITNEWS.CO.ID, BANDUNG — PT BYD Motor Indonesia memperkuat penetrasi pasar kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) di Jawa Barat melalui keikutsertaannya dalam pameran GIIAS Bandung 2026. Langkah ini dilakukan guna mendekatkan lini teknologi Electric Vehicle (EV) dan Dual Mode (DM) kepada masyarakat setempat, menyusul performa penjualan yang positif di wilayah tersebut.
Jawa Barat tercatat sebagai salah satu kontributor utama penjualan BYD di Indonesia. Sepanjang periode hadir pertama kali pada 2024 hingga Juli 2026, produsen otomotif asal Tiongkok ini telah mengumpulkan angka penjualan kumulatif melebihi 12.000 unit di Jawa Barat. Angka tersebut menyumbang lebih dari 36 persen pangsa pasar kendaraan listrik di provinsi tersebut.

Untuk menopang tingginya minat konsumen, infrastruktur pendukung terus diperluas. Saat ini terdapat 20 diler BYD Group yang beroperasi di Jawa Barat, dan jumlah tersebut diproyeksikan bakal terus bertambah hingga mencapai 31 titik lokasi.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menyatakan bahwa Jawa Barat memegang peranan krusial bagi strategi bisnis perusahaan. Penerimaan masyarakat yang tinggi terhadap teknologi ramah lingkungan menjadi alasan utama penguatan kehadiran BYD di kawasan ini.

Pameran di Bandung ini juga dilangsungkan berselang singkat dari peresmian pabrik manufaktur pertama BYD di Indonesia yang bertempat di Subang, Jawa Barat, pada 3 September 2026. Fasilitas produksi tersebut dirancang memiliki kapasitas hingga 150.000 unit kendaraan per tahun. Momen peresmian pabrik tersebut dirangkaikan dengan roll-off model BYD M6 DM sebagai unit ke-100.000 yang dirakit secara lokal.
Secara nasional, kinerja BYD mencatatkan volume penjualan sebesar 40.700 unit pada rentang Januari hingga Agustus 2026. Hasil ini mengamankan sekitar 37 persen dari total pangsa pasar EV nasional.
Di segmen kendaraan keluarga, lini produk BYD M6 tercatat telah diserap oleh lebih dari 28.000 konsumen sejak awal kemunculannya pada 2024. Portofolio model ini kemudian diperluas melalui peluncuran BYD M6 DM pada Mei 2026. Model varian plug-in hybrid ini mengusung sistem penggerak utama motor listrik yang didukung mesin pembakaran internal saat dibutuhkan.

BYD M6 DM tercatat menyabet penghargaan “The Most Inspiring PHEV of the Year 2026” pada Juli 2026 dan memimpin angka penjualan di segmen DM selama tiga bulan beruntun. Sebelumnya, model BYD M6 versi listrik murni juga mengantongi sejumlah penganugerahan industri, di antaranya Car of the Year 2024, Best Family EV 2025, serta First EV Recommendation 2025.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengungkapkan bahwa pengembangan lini produk M6 dilakukan untuk memberikan keleluasaan opsi mobilitas bagi konsumen yang menginginkan sensasi berkendara khas EV dengan daya jelajah yang lebih fleksibel.
Adapun model BYD M6 EV generasi paling anyar kini ditersediakan dalam status produksi lokal. Pada varian Standar, mobil ini dibekali baterai berkapasitas lebih besar yang sanggup menempuh jarak hingga 450 km, melontarkan tenaga maksimal 150 kW dan torsi 310 Nm, serta sanggup berakselerasi 0–100 km/jam dalam durasi 7,9 detik.
Selama pameran GIIAS Bandung 2026 yang mengusung tema “Green Future, Smart Emotion”, BYD memajang deretan unit display seperti BYD M6 EV 2026, BYD M6 DM Cross Advance, BYD M6 DM Classic Dynamic, dan BYD ATTO 1 2026. Pengunjung juga dapat mencoba langsung performa kendaraan melalui unit test drive yang disediakan.
Rangkaian agenda pendukung turut dihadirkan, mulai dari edukasi teknologi untuk pelajar dalam BYD Student Day: “Build Your Day”, ruang diskusi industri via e-Motion Dialogue, kegiatan komunitas BYD Community Connect, hingga agenda khusus media dan pembuat konten.
Penguatan operasional di Subang turut diproyeksikan untuk mendorong target tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hingga 60 persen mulai Januari 2027, yang mencakup pula rencana pengembangan fasilitas produksi baterai serta penguatan rantai pasok lokal. Keberadaan fasilitas ini didukung oleh perluasan jaringan purna jual di berbagai wilayah Indonesia guna memberikan kepastian layanan bagi para pemilik kendaraan. (*)



