Dorong Ekosistem EV, BYD Luncurkan Mobil Listrik Produksi Lokal Pertamanya dari Subang

MENITNEWS.CO.ID, SUBANG — Perusahaan teknologi dan kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) asal Tiongkok, BYD, secara resmi meresmikan fasilitas manufaktur kendaraan energi baru pertamanya di Indonesia. Berlokasi di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat, berdirinya pabrik seluas 126 hektare ini menandai babak baru transisi industri otomotif nasional dari ranah impor menuju penguatan kapasitas manufaktur dan ekosistem elektrifikasi dalam negeri.

Seremonial peresmian pabrik dilakukan oleh Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional RI Luhut Binsar Pandjaitan. Turut mendampingi Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Bupati Subang Reynaldi Putra Andita Budi Raemi bersama jajaran Forkopimda dan anggota Komisi VII DPR RI.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa peresmian fasilitas produksi BYD Motor Indonesia bukan sekadar pembukaan pabrik baru, melainkan simbol lahirnya harapan dan peluang bagi kemajuan industrialisasi nasional melalui penciptaan ekosistem industri. Menurutnya, transformasi pasar menuju mobilitas hijau perlu dipercepat seiring tren positif kendaraan listrik di Tanah Air.

Pemerintah, lanjut Agus, berfokus memastikan perkembangan pasar EV mampu memperkuat struktur industri dan kapasitas produksi dalam negeri melalui peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah tengah mengkaji skema insentif berbasis peningkatan TKDN yang dirancang Kementerian Perindustrian dan dikoordinasikan dengan Kementerian Keuangan.

Momentum bersejarah ini juga ditandai dengan peluncuran unit ke-100.000 BYD yang diproduksi secara lokal, yakni MPV BYD M6 DM. Menteri Perindustrian bersama Luhut Binsar Pandjaitan turut membubuhkan tanda tangan di atas kap kendaraan tersebut sebagai tanda dimulainya era produksi lokal untuk kendaraan keluarga berbasis energi baru.

Pabrik di Subang merupakan fasilitas produksi BYD ke-13 di tingkat global. Dibangun dalam kurun waktu sekitar 20 bulan, fasilitas ini dirancang dengan kapasitas produksi hingga 150.000 unit per tahun serta mengusung konsep smarter factory dengan tingkat otomatisasi dan digitalisasi tinggi.

Vice President BYD Co., Ltd., Liu Xueliang, menyatakan bahwa Indonesia memegang peranan kunci bukan hanya sebagai pasar penjualan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam transisi energi global. Melalui filosofi in Indonesia-for Indonesia, perusahaan berkomitmen membawa pengalaman dan teknologi manufaktur global untuk tumbuh bersama masyarakat lokal.

Senada dengan hal itu, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao menekankan bahwa kehadiran pabrik ini bernilai lebih dari sekadar perakitan kendaraan. Fasilitas ini menjadi rantai industri yang melibatkan lebih dari 200 mitra rantai pasok lokal dan menyerap sekitar 5.000 tenaga kerja, yang diproyeksikan melonjak hingga 20.000 orang saat kapasitas produksi penuh tercapai. Perusahaan juga menargetkan pencapaian nilai TKDN sebesar 60 persen pada Januari 2027.

Dari sisi ekonomi makro, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi langkah investasi BYD sebagai pendorong terbentuknya ekosistem industri hulu hingga hilir. Menurut Luhut, keberadaan industri baterai, perakitan kendaraan, dan rantai penunjang lainnya harus diimbangi dengan peningkatan kualitas serta penguasaan teknologi oleh SDM Indonesia agar produk buatan Subang mampu menembus pasar global.

Pertumbuhan adopsi kendaraan energi baru di Indonesia mencatatkan lonjakan drastis dari 1 persen pada 2022 menjadi 23 persen pada Juli 2026. BYD sendiri mencatatkan kinerja positif sejak masuk pasar domestik pada Januari 2024. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, BYD membukukan penjualan 32.800 unit di Indonesia dengan pangsa pasar 35 persen, didukung ekspansi teknologi Dual Mode (DM) yang melengkapi lini Battery Electric Vehicle (BEV).

Fasilitas produksi di Subang mengintegrasikan tiga tahapan utama manufaktur: Welding (pengelasan kerangka berbasis sistem robotik fleksibel multi-model), Painting (pengecatan dan perlindungan bodi dengan kontrol kualitas terpadu), serta Final Assembly (perakitan akhir dan pengujian komprehensif). Ke depan, BYD juga merencanakan pengembangan fasilitas baterai dan infrastruktur pendukung guna memperkuat fondasi industri hijau di Tanah Air. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan