MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA – Adopsi kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) di Indonesia yang terus meningkat membuat pertimbangan konsumen kian berkembang. Masyarakat tak lagi hanya melihat performa, teknologi, dan efisiensi, melainkan juga memperhitungkan keandalan purna jual, keterjangkauan biaya kepemilikan, hingga kesiapan ekosistem pendukung.
Menjawab dinamika tersebut, PT BYD Motor Indonesia menggelar sesi BYD Technology Talks dalam ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 berajuk “Own with Confidence”. Tajuk ini diusung guna mempertegas komitmen perusahaan dalam menghadirkan nilai jangka panjang bagi konsumen, mulai dari tahap pembelian hingga masa penggunaan.

Melalui panggung GIIAS 2026, BYD memperkenalkan teknologi Dual Mode (DM) sebagai solusi mobilitas menyeluruh yang memadukan efisiensi energi, fleksibilitas berkendara, dan performa tinggi. Inovasi ini disokong ekosistem purna jual terintegrasi yang mencakup jaringan diler, fasilitas bengkel, hingga jajaran teknisi andal yang telah tersertifikasi.
Baca juga: Buka Ruang Edukasi Komunitas, BYD Indonesia Gelar BEYOND Technology Talks di GIIAS 2026
President Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menegaskan bahwa pengalaman kepemilikan kendaraan berorientasi pada kepuasan jangka panjang. Inovasi tidak hanya sebatas menghadirkan teknologi canggih, tetapi juga menjamin ketersediaan ekosistem pendukung dan layanan yang andal.
Teknologi DM yang diusung BYD dibangun di atas tiga fondasi utama, yakni High Efficiency Engine, Electric Hybrid System (EHS), dan Blade Battery. Kombinasi ketiganya dirancang bekerja secara terpadu untuk mengoptimalkan penggunaan bahan bakar dan tenaga listrik secara responsif serta aman.

Secara operasional, teknologi DM menerapkan filosofi electric-first. Pada rute perkotaan, motor listrik memegang kendali utama hingga sekitar 80 persen, sementara mesin bensin baru aktif saat dibutuhkan via mode hybrid series atau parallel. Penggunaan motor listrik yang dominan ini otomatis menekan beban kerja mesin bensin sehingga perawatan kendaraan menjadi lebih praktis.
Efisiensi tersebut berdampak langsung pada biaya operasional. Berdasarkan simulasi penggunaan selama tiga tahun, BYD M6 DM mencatatkan penghematan biaya perawatan hingga 30 persen lebih efisien dibandingkan kendaraan konvensional di kelasnya. Setelah servis pertama, perawatan berkala hanya perlu dilakukan satu kali setahun, setiap 20.000 km pada odometer, atau tiap 10.000 km penggunaan mode hybrid.
Baca juga: Menperin Apresiasi Peluncuran BYD M6 Produksi Lokal di GIIAS 2026
Dapur pacu hybrid 1.5L generasi terbaru BYD juga telah mengadopsi efisiensi termal hingga 46,06 persen serta dibekali Advanced Intelligent Split Cooling Technology demi menjaga suhu kerja mesin tetap presisi. Di sisi lain, EHS menyatukan motor listrik, kontrol elektronik, dan transmisi dalam satu unit ringkas demi menyalurkan tenaga yang halus dan responsif.
Untuk memberikan jaminan ketenangan penuh, BYD menyertakan garansi kendaraan hingga 6 tahun atau 150.000 km, serta garansi motor penggerak dan baterai tegangan tinggi hingga 8 tahun atau 160.000 km. Pembaruan sistem dan performa kendaraan pun dapat dilakukan secara praktis melalui fitur pembaruan perangkat lunak Over-the-Air (OTA) Updates tanpa harus menyambangi diler.

Dukungan darurat turut disiapkan lewat Call Center bebas pulsa 0800 1686868 dan Roadside Assistance 24 jam dengan jangkauan menderek hingga 50 km ke diler terdekat. Fasilitas bantuan darurat ini berlaku hingga 6 tahun atau 150.000 km.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menyatakan bahwa layanan purna jual dihadirkan untuk mendampingi pengguna di setiap tahap. Integrasi layanan digital, pembaruan OTA, hingga jaringan diler yang kini telah menembus lebih dari 100 lokasi di Indonesia disiapkan untuk menjaga kenyamanan dan standar servis yang konsisten bagi pemilik kendaraan EV maupun DM. (*)

