MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menyoroti kesiapan operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar menyusul terjadinya antrean panjang kendaraan dalam beberapa waktu terakhir.
Sorotan itu disampaikan setelah Andi Sudirman melakukan pengecekan langsung ke sejumlah SPBU. Dalam pemeriksaan tersebut, ditemukan masih ada SPBU yang kekurangan operator nozzle sehingga pelayanan pengisian bahan bakar minyak (BBM) belum berjalan optimal.
Di salah satu SPBU yang diperiksa, misalnya, hanya terdapat satu operator yang masih dalam masa pelatihan. Sementara itu, tiga nozzle lainnya dalam kondisi standby dan belum dapat digunakan secara maksimal untuk melayani konsumen.
Kondisi tersebut dinilai turut memengaruhi kecepatan pelayanan dan berpotensi memperpanjang antrean kendaraan di SPBU.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi telah melakukan penambahan tenaga operator, khususnya untuk mendukung pelayanan di SPBU yang beroperasi selama 24 jam.
Hingga saat ini, sekitar 50 tenaga operator baru telah direkrut. Mereka akan ditempatkan di 25 SPBU yang beroperasi selama 24 jam di Kota Makassar.
“Penambahan tenaga ini tentu kami harap dapat memperkuat pelayanan di lapangan, mempercepat proses pengisian BBM, serta mengurangi potensi terjadinya antrean panjang di SPBU,” kata Andi Sudirman.
Selain memperkuat jumlah operator, pemerintah bersama pihak terkait juga memperketat pengawasan terhadap penyaluran BBM di SPBU.
Tim Satuan Tugas (Satgas) gabungan telah ditempatkan di setiap SPBU untuk memantau aktivitas pengisian dan memastikan penyaluran BBM kepada masyarakat berlangsung sesuai ketentuan.
Satgas tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Pertamina, Hiswana Migas, Dinas Perhubungan (Dishub), hingga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Andi Sudirman mengatakan pengawasan juga akan dilakukan terhadap ketersediaan stok BBM di Sulsel dalam beberapa hari ke depan. Langkah tersebut dilakukan sebagai pemeriksaan silang terhadap laporan mengenai kondisi stok BBM yang dinyatakan aman.
“Stok BBM Sulsel juga akan kami pantau dalam 1-2 hari ke depan. Sebagai double check laporan pihak Pertamina jika stok aman. Kami memantau semua SPBU bersama Satgas,” ujarnya.
Ia meminta masyarakat tetap bersabar selama proses pengawasan dan pembenahan pelayanan berlangsung. Menurutnya, pemerintah bersama Satgas terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Sulsel.
“Harap semua warga bersabar, tim Satgas sedang bekerja bersama bupati, wali kota, dan Forkopimda se-Sulsel,” pungkasnya. (Adv)



