MENITNEWS.CO.ID, NEW YORK – Elena Rybakina berhasil mengamankan gelar US Open pertamanya usai menundukkan Aryna Sabalenka pada partai puncak yang berlangsung di New York. Kemenangan tersebut sekaligus memastikan langkah petenis asal Kazakhstan itu memuncaki peringkat satu dunia.
Pencapaian manis pada Minggu (13/9) ini kian mempertegas dominasi Rybakina di panggung tenis global. Hasil di New York melengkapi koleksi trofi Grand Slam miliknya setelah sebelumnya memenangi Wimbledon 2022 dan Australia Terbuka 2026.
Meski kembali mengukir rekor besar, Rybakina tetap konsisten dengan impresi dinginnya di atas lapangan. Atlet berusia 27 tahun itu dikenal sangat tenang dan jarang memperlihatkan ekspresi emosi secara terbuka saat bertanding.
Sikap tenang tersebut rupanya menjadi strategi khusus yang disengaja. Rybakina mengungkapkan bahwa dirinya tak ingin memberi celah bagi lawan untuk membaca rasa frustrasi saat permainan tidak berjalan sesuai rencana.
Kendati demikian, Rybakina menyebut orang-orang yang sudah lama mengenalnya tetap mampu menangkap perubahan kecil pada raut wajahnya. Penguasaan emosi yang rapat ini diakui oleh sesama petenis dunia, Coco Gauff dan Jessica Pegula, sebagai salah satu kekuatan terbesar Rybakina saat bertanding.
Perjalanan Rybakina hingga berada di titik ini terbilang luar biasa. Masa kecilnya tidak diwarnai dengan bayangan menjadi petenis profesional yang berlaga di turnamen paling megah di dunia.
Kala itu, kegiatan bermain tenis hanyalah rutinitas menyenangkan yang ia lakoni bersama teman-teman sebayanya selepas jam sekolah. Namun, dedikasi serta kerja keras bertahun-tahun berhasil mengantarkannya meraih tiga gelar Grand Slam dan merengkuh total 14 gelar juara.
Atas pencapaian ini, Rybakina berharap keberhasilannya membawa nama Kazakhstan dapat memicu antusiasme generasi muda. Ia ingin menginspirasi anak-anak untuk menekuni olahraga tenis dan meyakini bahwa impian besar dapat diwujudkan melalui kerja keras. (*)



