Unhas Siap Gelar Forum Wakil Rektor Akademik PTN se-Indonesia 2026

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Universitas Hasanuddin (Unhas) bersiap menjadi tuan rumah helatan Forum Wakil Rektor Bidang Akademik Perguruan Tinggi se-Indonesia 2026. Pertemuan para pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang membidangi sektor akademik ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai Rabu hingga Sabtu, 16–19 September 2026.

Mengangkat tema “Transformasi Tata Kelola Akademik Perguruan Tinggi: Penguatan Student Success, Tata Kelola Penerimaan Mahasiswa, Kompetensi Lulusan, dan Integritas Seleksi”, forum ini dirancang untuk membedah berbagai isu strategis nasional, khususnya yang berkaitan langsung dengan dinamika pengelolaan akademik di lingkup PTN.

Ketua Panitia Pelaksana, Prof. Muhammad Ruslin, drg., M.Kes., Ph.D., Sp.B.M.Mf., Subsp.Ortognat.D, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diproyeksikan sebagai ruang penguat sinergi antarkampus. Menurutnya, kolaborasi dan pertukaran praktik baik (best practices) amat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan akademik yang makin kompleks.

“Terdapat empat isu strategis yang menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan ini, yaitu Angka Efisiensi Edukasi dan Student Success, proporsi daya tampung penerimaan mahasiswa baru, bobot penilaian dan standar kompetensi lulusan, serta mitigasi kecurangan dalam penerimaan mahasiswa baru,” ujar Prof. Ruslin, yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas.

Pada poin pertama, pembahasan Angka Efisiensi Edukasi (AEE) dan Student Success bakal menitikberatkan pada perbandingan standar (benchmarking), pemetaan faktor penyebab kelambatan studi, penyiapan sistem peringatan dini (early warning system), hingga pengoptimalan peran penasihat akademik serta unit pengelola pendidikan.

Sementara itu, terkait tata kelola penerimaan mahasiswa baru, fokus diskusi akan menyoroti proporsi daya tampung jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Seleksi Mandiri. Aspek yang digali mencakup payung regulasi, kapasitas program studi, mutu input calon mahasiswa, hingga prinsip pemerataan akses dan keberhasilan studi.

Adapun pada pembahasan bobot penilaian serta standar kompetensi lulusan, pimpinan PTN akan menyelaraskan antara capaian pembelajaran, skema proses belajar-mengajar, metode asesmen, hingga objektivitas dan akuntabilitas evaluasi nilai.

Isu krusial terakhir mendalami langkah pencegahan dan penyelesaian kecurangan pada ujian seleksi masuk. Area yang menjadi perhatian meliputi sistem verifikasi keaslian data (autentikasi), pengawasan teknis, ketahanan keamanan sistem, deteksi dini, penanganan pelanggaran, hingga evaluasi menyeluruh.

Prof. Ruslin menambahkan, forum ini tidak sekadar menjadi tempat berbagi data dan informasi, melainkan ditargetkan melahirkan rumusan konkret demi pembenahan sistem pendidikan di tingkat institusi.

“Kami berharap akan menghasilkan rekomendasi yang berbasis bukti dan dapat ditindaklanjuti oleh perguruan tinggi, sekaligus sebagai masukan bagi penguatan kebijakan pendidikan tinggi nasional,” tutur Prof. Ruslin.

Guna melengkapi dimensi kebijakan di tingkat pusat, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) dijadwalkan hadir secara langsung untuk menyampaikan paparan materi. Kehadiran Mendiktisaintek diharapkan mampu memicu dialog produktif antara pembuat kebijakan nasional dan penyelenggara perguruan tinggi.

Melalui penyelenggaraan forum nasional ini, Unhas menargetkan terciptanya kesepahaman bersama serta jejaring kemitraan yang makin solid antar-PTN. Hasil akhirnya diharapkan mampu melahirkan rekomendasi strategis yang berdampak langsung pada peningkatan mutu tata kelola akademik dan keberhasilan mahasiswa secara berkelanjutan. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan