11 Tahun Sendiri, Marshanda Ungkap Syarat dan Kriteria Calon Suami Barunya

Marshanda mengaku masih ingin menikah lagi. Namun, ia mengajukan sejumlah syarat untuk calon pasangannya kelak. © Grid.ID / Christine Tesalonika

MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA – Satu dekade lebih menjalani hidup sendiri, Marshanda mengaku tetap membuka diri untuk kembali membina rumah tangga. Meski makin nyaman dengan statusnya saat ini, aktris yang resmi bercerai dari Ben Kasyafani sekitar 11 tahun lalu di Pengadilan Agama Jakarta Pusat tersebut tetap menyimpan keinginan untuk menikah dan menambah momongan.

Pengakuan tersebut disampaikan Marshanda saat menjadi bintang tamu di acara Pagi Pagi Ambyar Trans TV, Senin (14/9/2026). Ia menegaskan bahwa kenyamanan yang dirasakannya saat ini justru membuat dirinya jauh lebih selektif dalam memilih pasangan.

“Justru karena aku lagi menikmati status single, dulu aku gak bisa lama-lama sendiri, kalau lagi single aku lonely banget, sekarang jomblo lama, ternyata senang, membuat aku selektif untuk pilih laki-laki berikutnya,” kata Marshanda.

Syarat Pasangan dan Kriteria Pria Idaman

Bagi Marshanda, keputusan untuk kembali menikah harus didasari oleh peningkatan kualitas hidup. Pasangan barunya kelak harus mampu memberikan kebahagiaan yang melampaui apa yang sudah ia miliki saat ini.

“Boleh (nikah lagi) I open to it, tapi aku harus lebih happy dari saat aku single. Iya sekarang masih single, sudah lebih dari setahun,” ujarnya.

Mengenai porsi niatnya untuk kembali berumah tangga, ia menyebut angkanya berada di posisi seimbang. “Ada niat nikah, tapi itu 50:50 kalau bisa boleh, gak, juga gak apa-apa, kalau mau punya anak dan nikah lagi, ya mau, tapi kalau jalannya ke sana aja, karena toh Sienna sudah tinggal di rumah juga,” tutur Marshanda.

Secara rinci, ia juga mengungkapkan kriteria sosok pria yang dapat memikat hatinya. Karakter intelektual dan keterbukaan pikiran menjadi syarat utama.

“Pria idamanku itu, aku suka yang kalau diajak ngobrol itu deep conversation, kreatif dan berani ambil risiko, bertumbuh, open minded, dan gak suka judge orang lain,” kata Marshanda.

Ia pun sempat membayangkan figur suami yang menyokong penuh kebutuhan finansial keluarga. Kendati demikian, dorongan untuk terus berkarya membuatnya yakin tidak akan sepenuhnya berhenti bekerja.

“Sempat aku pengin punya pasangan yang provide aku, jadi ibu rumah tangga, punya suami yang aku jadi ibu rumah tangga gak ngapa-ngapain, tapi aku yakin walaupun dapat aku tetap mau kerja lagi, aku doyan kerja!” tegasnya.

Harmonisasi Co-Parenting Demi Sienna

Selain bicara mengenai rencana asmara, Marshanda turut membagikan potret keharmonisan pengasuhan bersama mantan suaminya. Meski perpisahan mereka sempat diwarnai isu kesehatan mental hingga perselisihan hak asuh putri tunggal mereka, Sienna Ameerah Kasyafani, kini kedua pihak telah menjalin hubungan yang sangat solid.

Pengasuhan bersama yang dijalani Marshanda, Ben, serta istri Ben, Nesyana Ayu Nabila, mengutamakan pemenuhan emosional Sienna. Prioritas utama ketiga figur orang tua ini adalah memastikan Sienna tumbuh tanpa merasa kehilangan kasih sayang.

Marshanda menceritakan bagaimana pengalaman masa kecilnya yang tumbuh tanpa kehadiran sosok ayah (fatherless) menjadi pelajaran penting bagi Ben dalam mendidik Sienna.

“Sebelum punya anak, Ben itu menyaksikan bagaimana aku kangen papa, papa kan pisah sama mama, oh begini kalau perempuan yang fatherless,” ujar Marshanda.

Ia menambahkan bahwa luka masa kecilnya sempat berdampak pada hubungan mereka di masa lalu. “Dulu aku suka kangen papa, tapi marah yang seharusnya ke ayah, jadi ke Ben, aku jadi memproyeksikan marahnya aku ke Ben, papa gak ada jadinya ke suamiku.”

Kondisi tersebut yang mendorong Ben untuk memastikan hal serupa tidak menimpa buah hati mereka. “Ben ngomong, ‘kayaknya kamu marahnya itu bukan sama aku, tapi marah sama masa kecil kamu, kayaknya kamu konseling aja’, jadi Ben menghindari hal itu terjadi sama Sienna,” kata Marshanda.

Perhatian Penuh yang Membuah Hasil

Bentuk perhatian Ben kepada Sienna dinilai Marshanda sangat luar biasa dalam membentuk rasa percaya diri sang anak. Dedikasi tersebut ditunjukkan lewat berbagai tindakan manis saban hari.

“Valentine itu Ben kasih bunga, misal Sienna kirim foto parfume siangnya, pas pulang ke rumah di kamar Sienna parfume itu tiba-tiba ada di kamar, mereka ngedate, jadi Ben itu memposisikan Sienna itu jadi perempuan yang utuh dan secure,” ucapnya.

Kedua belah pihak terus berkomitmen membagi waktu bersama agar Sienna tidak kehilangan figur ayah. Pendekatan pengasuhan bertiga ini terbukti memberikan dampak positif bagi Sienna yang kini beranjak remaja.

“Baru nih semalam dia ngomong, ‘banyak di luar sana anak tunggal yang bermasalah dan ada yang problematik, aku bersyukur tangki kasih sayang dari mama, ibu dan ayah penuh banget’. Aku senang banget dengarnya,” tutur Marshanda menirukan pernyataan putrinya. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan