MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA — PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), anggota holding BUMN tambang Mining Industry Indonesia (MIND ID), kembali mengukir prestasi atas komitmen keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Dalam ajang Innovation and Technology for Social and Environmental Sustainability (InTechSEA) Awards 2026 yang digelar di Four Seasons Hotel Jakarta, perusahaan meraih dua predikat Gold Award sekaligus untuk Kategori Corporate Social Responsibility (CSR) & Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Pangan dan Bidang Kemaritiman.
Dua piala kehormatan tersebut diterima langsung oleh Wakil Presiden Direktur dan Chief Operation and Infrastructure Officer PT Vale Abu Ashar, didampingi Direktur dan Chief Human Capital Officer PT Vale Heriyanto Agung Putra.

Penyerahan piala Gold Award Bidang Pangan dilakukan oleh Kepala Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Ir. Nugroho Adi Sasongko, S.T., M.Sc., MBA, Ph.D., IPU. Adapun piala Gold Award Bidang Kemaritiman diserahkan oleh Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Dr. Yusharto Huntoyungo, M.Pd.
Dorong Kemandirian Masyarakat Pesisir dan Lahan Kritis

Prestasi di bidang pangan diraih berkat keberhasilan Program PONDATA (Pengembangan Desa melalui Pendayagunaan Lahan yang Tangguh & Alami). Inisiatif ini berfokus pada pengolahan lahan nonproduktif menjadi kawasan bernilai ekonomi. Melalui partisipasi warga, pemerintah, dan perguruan tinggi, sebanyak lima hektar lahan kritis berhasil disulap menjadi lahan produktif yang ditanami 36.000 pohon nanas serta 200 pohon kelapa genjah.
Program PONDATA telah menghasilkan lima produk turunan nanas, meliputi selai, jus, dodol, manisan, hingga keripik. Inovasi ini secara nyata telah menjangkau 105 penerima manfaat langsung dan 390 penerima manfaat tidak langsung.
Sementara itu, apresiasi di Bidang Kemaritiman diberikan atas Program Restorasi dan Konservasi Kawasan Pesisir dan Hasil Olahan Laut Kecamatan Malili. Program ini mengusung pendekatan Ecosystem-Based Approach (EBA) yang memanfaatkan fungsi terumbu karang, mangrove, dan lamun untuk menghadapi dampak perubahan iklim serta risiko bencana. Di sisi lain, warga pesisir juga dibina dalam mengolah hasil laut demi memperkuat perekonomian lokal.
Abu Ashar menegaskan bahwa tolok ukur keberhasilan program pertambangan tidak sebatas pada pelaksanaan teknis semata, melainkan pada kemandirian dan manfaat jangka panjang yang dirasakan oleh warga.
“Bagi PT Vale, keberhasilan sebuah program tidak berhenti pada pelaksanaannya, tetapi ditentukan oleh sejauh mana program tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat, menciptakan kemandirian, dan menghasilkan manfaat yang dapat bertahan dalam jangka panjang,” kata Abu.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Penilaian Ketat

Sejalan dengan visi tersebut, Heriyanto Agung Putra menambahkan bahwa keberlanjutan dampak sosial hanya bisa terwujud bila masyarakat diposisikan sebagai pelaku utama pembangunan, bukan sekadar penerima bantuan semata.
“Program pemberdayaan yang kuat lahir ketika masyarakat ditempatkan sebagai bagian utama dari proses, bukan sekadar sebagai penerima manfaat,” ujar Heriyanto.
Ajang InTechSEA Awards 2026 sendiri mengusung tema “Collaborative Innovation for a Sustainable and Inclusive Future”. Acara penganugerahan ini turut dihadiri oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kepala BPOM Prof. Taruna Ikrar, Plt. Kepala Bappelitbangda Sulawesi Selatan Irawan Dermayasamin Ibrahim, Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Jamaluddin Jompa, serta Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia Arsjad Rasjid.
Proses penilaian dilakukan secara independen oleh dewan juri lintas instansi, seperti Kemdiktisaintek, Kementerian ESDM, Kementan, KLH, Kementerian UMKM, Komisi Nasional Disabilitas, PT Produksi Film Negara (Persero), BRIN, hingga akademisi Perguruan Tinggi Negeri.
Capaian ini memperpanjang rekam jejak positif PT Vale. Pada InTechSEA 2025 lalu, perusahaan memboyong Platinum Award lewat inovasi Cocogrow untuk konservasi biodiversitas Dengen, serta Gold Award melalui program Woliko Berkesan. (*)



