MENITNEWS.CO.ID, TAKALAR — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Takalar, Dr. Muhammad Hasbi, S.STP., M.A.P., M.I.Kom, menekankan pentingnya integritas, tanggung jawab, dan penerapan manajemen kerja bagi aparatur sipil negara (ASN).
Penegasan tersebut disampaikan Hasbi saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Hari Kesadaran Nasional tingkat Kabupaten Takalar yang digelar di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, Kamis (17/9/2026).
Upacara berlangsung khidmat dan diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Takalar.
Sejumlah rangkaian upacara dilaksanakan, di antaranya pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, pengucapan Panca Prasetya Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), serta pembacaan doa.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Takalar, Dandim 1426/Takalar, Ketua Pengadilan Agama Takalar, Ketua DPRD Takalar, serta para pimpinan OPD.
Dalam amanatnya, Hasbi mengatakan, pelaksanaan upacara setiap tanggal 17 tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial. Menurut dia, momentum tersebut memiliki fungsi penting sebagai sarana pembinaan aparatur sekaligus mengingatkan kembali tanggung jawab sebagai abdi negara.
“Pelaksanaan upacara setiap tanggal 17 bukan hanya seremonial, tetapi merupakan momentum pembinaan bagi Aparatur Pemerintah, TNI, Polri, PNS, PPPK, dan seluruh abdi negara,” ujar Hasbi.
Ia mengatakan semangat kemerdekaan harus terus diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, terutama melalui tanggung jawab dan pelayanan kepada masyarakat.
“Semangat 17 Kemerdekaan RI harus tetap diingat setiap saat, dan diwujudkan dalam bentuk tanggung jawab, karya nyata, integritas, serta kecepatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Hasbi juga meminta para ASN, khususnya pejabat dan pemimpin perangkat daerah, menerapkan prinsip-prinsip manajemen dalam menjalankan tugas. Prinsip tersebut mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan hingga pengawasan.

Menurutnya, kemampuan manajemen diperlukan agar setiap kebijakan dan keputusan yang diambil aparatur dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Diharapkan setiap pemimpin memiliki manajemen yang baik. Minimal mampu memimpin dirinya sendiri dan mampu mengambil keputusan yang berdampak pada kemaslahatan masyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hasbi juga memberikan perhatian khusus terhadap agenda pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).
Ia meminta seluruh OPD mempersiapkan diri secara matang sebelum mengikuti pembahasan bersama DPRD Takalar.
Persiapan tersebut tidak hanya menyangkut usulan program, tetapi juga data, argumentasi, dokumen pendukung, indikator, target, serta dasar hukum setiap usulan.
“Kepada seluruh ASN, saya minta persiapkan mental, argumentasi, data, dan dokumen pendukung lainnya dalam rangka mengikuti pembahasan KUA-PPAS,” kata Hasbi.
Ia menegaskan, setiap OPD harus memahami substansi dari program yang diusulkan, termasuk indikator keberhasilan dan target yang ingin dicapai.
“Saya juga minta seluruh OPD tidak hanya membawa usulan kepada DPRD, tetapi juga mengerti apa indikatornya, apa targetnya, apa dasar hukumnya, dan seberapa besar kontribusi usulan tersebut untuk kepentingan masyarakat,” jelasnya.
Hasbi berharap momentum Hari Kesadaran Nasional dapat semakin memperkuat kedisiplinan, integritas, serta profesionalitas ASN dalam menjalankan tugas pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Upacara kemudian diakhiri dengan doa bersama untuk kelancaran pelaksanaan tugas pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Takalar. (Adv)



