AC Milan vs Lecce: Adu Taktik Formasi Cermin 3-4-2-1 di Serie A

AC Milan bakal menghadapi Lecce dalam lanjutan Liga Italia 2026-2027. (Sumber: SERGEI GAPON/AFP)

MENITNEWS.CO.ID, MILAN — Pelatih Lecce, Eusebio Di Francesco, secara khusus menyoroti kedalaman dan kualitas lini tengah AC Milan jelang duel lanjutan Liga Italia 2026-2027. Pertandingan yang bakal berlangsung di Stadion San Siro pada Senin (21/9/2026) pukul 01.45 WIB ini menjadi ajang pembuktian bagi skuad asuhan Ruben Amorim usai menelan tren negatif.

AC Milan menatap laga ini dengan tekanan besar. I Rossoneri baru saja menelan kekalahan 0-2 dari Benfica di ajang Liga Europa pada tengah pekan lalu. Hasil minor di markas sendiri tersebut memperpanjang catatan tak pernah menang AC Milan dalam tiga pertandingan terakhir di semua kompetisi. Sebelum dibekuk klub asal Portugal itu, Mike Maignan dan kawan-kawan hanya sanggup meraih dua poin dari dua laga Serie A usai ditahan imbang Juventus 1-1 serta Lazio 2-2.

Di sisi lain, Lecce bertandang ke Milano dengan modal kepercayaan diri tinggi. Meski sempat menelan kekalahan beruntun dari AS Roma (0-4) dan Cagliari (0-1), anak asuh Di Francesco bangkit lewat kemenangan ketat 3-2 atas Monza pada pekan sebelumnya. Hasil tersebut menandai kemenangan keempat Lecce dalam enam pertandingan terakhir mereka di Serie A.

Adu Taktik 3-4-2-1 dan Kunci Lini Tengah

Menjelang laga, Di Francesco memetakan ancaman utama yang berpotensi dihadapi timnya. Mantan pelatih Venezia tersebut menilai ada tiga gelandang kunci AC Milan yang berpeluang besar merepotkan pertahanan Lecce, yakni Ruben Loftus-Cheek, Adrien Rabiot, dan Luka Modric.

Kedua tim diprediksi mengusung skema permainan serupa, yakni 3-4-2-1. Kedalaman sektor tengah AC Milan dinilai Di Francesco bakal memegang peranan krusial dalam pertarungan taktik antarlini.

“Jika kami menganalisis formasi mereka dengan cermat, Loftus-Cheek sering bermain sebagai gelandang serang dan dia adalah seorang mezzalla,” ujar Di Francesco sebagaimana dikutip dari media Italia, Tuttomercatoweb. “Hal yang sama juga berlaku untuk Rabiot.”

Ia juga memberikan pandangannya terkait peran gelandang veteran Luka Modric dalam skema permainan lawan.

“Jika kami ingin menganalisis Modric, apakah dia lebih terlindungi oleh pemain nomor tiga atau dua, itu masalah lain, yang sebenarnya tidak menarik bagi saya karena saya fokus pada tim saya,” tambah Di Francesco. “Mereka menyerang dan bertahan bersama di semua tingkat.”

Rotasi Skuad Ruben Amorim

Guna menghentikan tren buruk, Ruben Amorim diperkirakan bakal merombak susunan pemain utamanya. Tiga nama yang diwaspadai Di Francesco diprediksi tampil sejak menit awal saat bersua Lecce.

Pada laga kontra Benfica di tengah pekan, Loftus-Cheek dan Modric hanya berada di bangku cadangan tanpa diturunkan. Sementara itu, Rabiot tampil sebatas sebagai pemain pengganti.

Pertandingan ini menjadi krusial bagi penggemar sepak bola Italia di Indonesia, khususnya loyalis I Rossoneri, untuk melihat sejauh mana respons taktis Ruben Amorim dalam meredam perlawanan tim tamu yang tengah dalam performa menanjak. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan