MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar menetapkan status tanggap darurat guna mengatasi krisis air bersih yang memburuk di wilayahnya. Penetapan langkah ini diambil setelah puluhan ribu warga yang tersebar di enam kecamatan mulai kesulitan mendapatkan pasokan air bersih akibat musim kemarau.
Guna mempercepat penyaluran bantuan, Pemkot Makassar menggelar Rapat Koordinasi Tanggap Darurat Bencana Kekeringan Tahun 2026 pada Kamis (13/8/2026). Pertemuan lintas sektor ini ditujukan untuk memetakan kekuatan armada serta personel sebelum diterjunkan langsung ke titik-titik krisis.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar per 5 Agustus 2026 mencatat sebanyak 47.252 jiwa atau 13.929 kepala keluarga terdampak kekeringan. Enam wilayah yang mengalami krisis air tersebut meliputi Kecamatan Biringkanaya, Tallo, Tamalanrea, Manggala, Ujung Tanah, dan Panakkukang.
Baca juga: Lantai 4 Mal Nipah Terbakar, Petugas BPBD Makassar Evakuasi Dua Korban Sesak Napas
Kecamatan Biringkanaya mencatatkan angka terdampak tertinggi yakni mencapai 14.787 jiwa. Wilayah Tallo menyusul dengan 10.672 jiwa, Tamalanrea 9.947 jiwa, Manggala 7.601 jiwa, Ujung Tanah 2.921 jiwa, serta Panakkukang sebanyak 1.324 jiwa.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar Fadli Tahar menekankan penanganan krisis ini memerlukan kerja sama terpadu dari berbagai instansi. Menurutnya, pemenuhan air bersih merupakan hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi secara cepat.
”Dalam kondisi tanggap darurat, kita tidak ingin masyarakat menunggu. Seluruh potensi yang tersedia harus kita konsolidasikan dan langsung digerakkan ke wilayah yang membutuhkan. Ukuran keberhasilan kita bukan banyaknya rapat, tetapi seberapa cepat air sampai kepada masyarakat,” kata Fadli.
Fadli menambahkan bahwa fokus utama operasi lapangan mencakup penyaluran air bersih menggunakan mobil tangki, penempatan penampung air atau tandon, hingga penyiapan cadangan logistik. Selain pasokan air, penanganan juga menyasar aspek kesehatan dan potensi kebakaran lahan yang merangkak naik selama kemarau.
Baca juga: BPBD Makassar Salurkan Bantuan Material Bangunan untuk Korban Kebakaran di Panakkukang
Sebagai tindakan awal, BPBD telah mendistribusikan puluhan tandon di beberapa titik kritis. Sebanyak 17 unit tandon dipasang di Kecamatan Ujung Tanah, 10 unit di Kecamatan Tallo, dan 8 unit di Kecamatan Biringkanaya. Alokasi bantuan ini akan berlanjut mengikuti perkembangan pendataan di lapangan.

Pemerintah juga mengantisipasi munculnya dampak kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, serta penyandang disabilitas. Koordinasi pengerahan armada dan personel melibatkan unsur TNI/Polri, BUMN, BUMD, pelaku usaha, hingga relawan kemanusiaan.
”Air adalah kebutuhan paling dasar. Karena itu negara harus hadir ketika masyarakat mulai kesulitan mendapatkannya. Kita bergerak bersama agar tidak ada warga terdampak yang terabaikan,” ujar Fadli.
BPBD Kota Makassar memastikan pembaruan data warga terdampak terus diperbarui selama masa tanggap darurat berlangsung. Langkah ini diambil agar pemetaan distribusi air bersih tetap akurat dan tepat sasaran sampai kondisi kembali normal. (*)

