MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Kemeriahan dan nuansa kekeluargaan mewarnai puncak peringatan hari jadi ke-76 Alumni SMAN 1 (SMANSA) Makassar yang dipusatkan lewat ajang jalan santai Fun Walk pada Sabtu (22/8/2026). Momentum ini tidak hanya menjadi sarana reuni lintas angkatan, melainkan juga wadah memperkuat kepedulian sosial serta komitmen pengabdian bagi masyarakat dan bangsa.
Rangkaian perayaan AnniverSMANSAry ke-76 sebelumnya telah diisi oleh bermacam aksi sosial dan kegiatan kemasyarakatan. Di antaranya, pelaksanaan khitanan massal hasil kerja sama IKA SMANSA dengan Dinas Kesehatan Kota Makassar yang diikuti 107 anak, ajang lari SMANSA Run bersama Angkatan 81, pendakian ke puncak Gunung Rinjani oleh Tim Kalpataru, hingga kejuaraan olahraga seperti Turnamen Domino dan Turnamen Fadel.

Puncak acara Fun Walk dihadiri sejumlah tokoh nasional dan pejabat daerah. Tampak hadir Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang, perwakilan Gubernur Sulawesi Selatan melalui Kepala Dispora, utusan Wali Kota Makassar, serta Ketua Umum IKA SMANSA yang juga Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari. Selain itu, hadir pula mantan Anggota DPR RI Umar Arsal, mantan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang, mantan Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar dr. Nursaidah Sirajuddin, dan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar Fadli Wellang.
Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang, yang hadir kapasitasnya sebagai Ketua IKA SMANSA Angkatan 1982 sekaligus Ketua Golf IKA SMANSA, menyampaikan rasa haru dan bangga atas tingginya antusiasme para alumni yang memadati lokasi acara.

Zainal mengungkapkan bahwa perjalanan panjang selama 76 tahun membawa nilai historis yang amat mendalam. Menurutnya, SMANSA Makassar bukan sekadar lembaga pendidikan formal, melainkan ruang penempaan karakter, jiwa kepemimpinan, dan nilai-nilai kebangsaan yang menjadi bekal penting dalam perjalanan hidup para alumni.
Ia menegaskan pentingnya menjaga soliditas dan kebersamaan di tengah keberagaman latar belakang, profesi, maupun daerah pengabdian para alumni. Perbedaan yang ada justru dinilai sebagai modal sosial untuk saling melengkapi dan memperkuat persatuan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Zainal memaparkan bahwa kebesaran sebuah organisasi alumni tidak hanya dilihat dari banyaknya anggota yang berkumpul, tetapi dari sejauh mana kebersamaan tersebut mampu menghasilkan aksi nyata yang bermanfaat bagi warga yang membutuhkan.

Secara khusus, rasa hormat dan apresiasi setinggi-tingginya turut disampaikan kepada seluruh jajaran guru serta tenaga pendidik yang telah membimbing para siswa dari masa ke masa. Dedikasi para guru dinilai sebagai pondasi utama yang mengantarkan para alumnus meraih keberhasilan di berbagai bidang.
Menutup perhelatan tersebut, Zainal mengajak seluruh alumni untuk terus memelihara energi positif dari peringatan ulang tahun ini melalui karya-karya nyata. Ia menekankan agar jargon “Dari SMANSA untuk Indonesia” dijadikan acuan bersama untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah dan negara. (*)

