Dampak Kemarau dan El Nino, Pemkot Makassar Salurkan Air Bersih ke 23 Titik Terdampak Kekeringan

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi krisis air bersih yang melanda permukiman warga akibat fenomena El Nino dan kemarau panjang. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemkot Makassar mengaktifkan kembali distribusi air bersih secara massal ke puluhan lokasi yang mengalami defisit pasokan air.

Pada Sabtu (22/8/2026), sebanyak 23 titik yang tersebar di lima kecamatan mulai menerima pasokan bantuan air bersih. Penyaluran ini merupakan bagian dari instruksi langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, guna merespons kendala mendasar yang dialami warga akibat penyusutan cadangan air tanah.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas utama penanganan darurat saat ini. Menurutnya, pemerintah harus hadir memberikan solusi nyata di lapangan daripada sekadar memberikan penjelasan atas dampak krisis cuaca.

Baca juga: Kebakaran di Pintu 0 Unhas Tamalanrea, BPBD Makassar Cepat Tanggap Evakuasi 37 Jiwa

Penyaluran bantuan dikirimkan menggunakan armada mobil tangki ke lokasi yang telah lolos kaji cepat dan terbukti mengalami kendala pasokan air mendasar. Lima wilayah yang disasar dalam tahap distribusi hari ini meliputi Kecamatan Biringkanaya, Tamalanrea, Ujung Tanah, Tallo, serta Panakkukang.

Penanganan krisis ini dijalankan secara kolaboratif lintas sektor di bawah naungan Komando Bencana Kekeringan dan Tanggap Darurat Bencana Kekeringan Kota Makassar. BPBD berkolaborasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), hingga jajaran pemerintah kecamatan yang turut mengerahkan fasilitas tangki pengisi tandon.

Baca juga: Kebakaran Empat Rumah di Biringkanaya Tewaskan Pria Penyandang Disabilitas, BPBD Makassar Gercep Evakuasi Korban

Berdasarkan kajian analisis teknis BPBD, dampak krisis air bersih di Makassar meluas secara sistemik di enam kecamatan utama. Selain lima kecamatan yang mendapatkan bantuan armada hari ini, Kecamatan Manggala juga masuk dalam peta wilayah prioritas, dengan perhatian khusus difokuskan pada kawasan Kelurahan Buloa di Kecamatan Tallo.

Meski demikian, bantuan air bersih ini dipastikan menjangkau hampir seluruh wilayah kota tanpa terbatas pada enam kecamatan prioritas tersebut. Seluruh kecamatan di Makassar berhak mengajukan permohonan pasokan darurat, kecuali wilayah Kepulauan Sangkarrang yang memiliki karakteristik geografis serta pola penanganan berbeda.

Baca juga: Kebakaran Empat Rumah di Biringkanaya Tewaskan Pria Penyandang Disabilitas, BPBD Makassar Gercep Evakuasi Korban

Untuk mempercepat penjangkauan bantuan di lapangan, masyarakat yang mengalami krisis air diimbau segera melayangkan laporan. Pemkot Makassar mengoperasikan tiga jalur komunikasi darurat 24 jam, yaitu aplikasi Lontara Plus, kanal darurat 112, serta saluran telepon BPBD di nomor 08155112112.

Sebagai langkah penanganan jangka menengah, Pemkot Makassar tidak hanya bergantung pada penyaluran armada tangki. Dinas Pekerjaan Umum (PU) saat ini tengah membangun sejumlah titik sumur dalam di beberapa kecamatan guna menciptakan kemandirian akses air bagi warga.

Baca juga: Enam Kecamatan di Makassar Krisis Air, BPBD Salurkan Bantuan Tandon

Strategi penanganan jangka panjang tersebut diimbangi dengan penguatan kapasitas warga berbasis komunitas melalui program Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana). Upaya menyeluruh ini disiapkan agar ketahanan masyarakat dalam menghadapi potensi risiko krisis iklim dapat terus meningkat secara berkelanjutan. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan