Ibu Muda Mengamuk di RS Unhas, Tidak Terima Dituding Sembunyikan Bayi Demi Jenguk Ibu

MENITNEWS.CO.ID, ​MAKASSAR — Keributan terjadi di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (RS Unhas), Makassar, Jumat (28/8/2026) sore. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) muda meluapkan emosinya kepada petugas satuan pengamanan (satpam) di area lift lantai 1 rumah sakit tersebut akibat tuduhan sepihak.

​Aksi melabrak ini dipicu oleh rasa tidak terima sang ibu muda setelah dituduh sengaja menyembunyikan bayinya yang berusia satu bulan lebih agar bisa lolos masuk ke ruang rawat inap.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula ketika ia datang ke RS Unhas untuk menjenguk ibunya yang tengah menjalani pemulihan pascaoperasi. Saat berada di lantai dasar, ia melewati tiga petugas satpam—dua wanita dan satu pria—yang berjaga di dekat lift.

​Tanpa ada teguran atau larangan dari petugas, ia bersama bayinya masuk ke dalam lift setelah sempat menjawab pertanyaan salah satu satpam mengenai tujuan lantainya, yakni lantai 6.

​Namun, ketegangan bermula sekitar 20 menit kemudian saat ia berada di ruang perawatan. Ia mendapatkan pesan dari saudaranya di lantai dasar yang menyebutkan bahwa, dirinya dicari oleh petugas keamanan RS Unhas karena dituding menyelundupkan bayi.

​Tidak lama berselang, dua orang satpam RS Unhas mendatangi ruang rawat inap tersebut. Kedua petugas menyampaikan bahwa rekan mereka di lantai bawah menilai ibu muda tersebut sengaja menyembunyikan bayinya demi menghindari aturan rumah sakit yang melarang kunjungan anak kecil dan bayi.

​Merasa dipermalukan oleh tuduhan yang tidak mendasar, ibu muda tersebut langsung tersulut emosi dan mendatangi lantai dasar untuk meminta penjelasan langsung dari satpam yang bersangkutan.

​”Saya tidak terima dan merasa sangat dipermalukan dengan tuduhan ini!” ujarnya di hadapan para petugas, yang sempat menarik perhatian pengunjung rumah sakit lain.

​Menghadapi kemarahan tersebut, satpam wanita yang melayangkan tuduhan memilih bungkam.

Sementara itu, dua rekan satpam RS Unhas lainnya berupaya meredam situasi, dengan menyampaikan permohonan maaf atas kesalahpahaman yang terjadi di antara kedua belah pihak. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan