BPBD Makassar Salurkan Air Bersih ke 173 Titik, Siapkan 18 Sumur Hadapi Kekeringan

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar terus memperkuat penanganan dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah. Hingga saat ini, BPBD Makassar telah menyalurkan bantuan air bersih ke 173 titik terdampak yang tersebar di enam kecamatan.

Selain penanganan darurat melalui distribusi air bersih, BPBD Makassar juga menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengantisipasi persoalan kekeringan. Salah satunya melalui pembangunan 18 titik sumur dalam yang akan dikerjakan bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Dr. HM Fadli Tahar, mengatakan pembangunan sumur dalam menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan sumber air yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah yang rawan terdampak kekeringan.

Baca Juga : BPBD Makassar Sebut Kekeringan Berdampak Berantai: Ancaman Kebakaran Hingga Lumpuhnya Ekonomi

“Untuk penanganan jangka panjang, kami menyiapkan pembangunan 18 titik sumur dalam melalui Dinas PU. Tiga titik di antaranya sudah siap dan selanjutnya akan dikembangkan secara bertahap,” kata Fadli Tahar, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, distribusi air bersih tetap dilakukan sebagai langkah cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama kondisi kekeringan berlangsung. Penyaluran tersebut menyasar masyarakat di wilayah yang mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih.

BPBD Makassar terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di enam kecamatan terdampak guna memastikan bantuan dapat diberikan sesuai kebutuhan di lapangan.

Di sisi lain, pembangunan sumur dalam diharapkan dapat menjadi solusi yang lebih berkelanjutan. Keberadaan sumber air baru tersebut nantinya diharapkan mampu mengurangi ketergantungan warga terhadap distribusi air bersih ketika terjadi kekeringan.

Baca Juga : Kebakaran Empat Rumah di Biringkanaya Tewaskan Pria Penyandang Disabilitas, BPBD Makassar Gercep Evakuasi Korban

Fadli menegaskan, penanganan kekeringan membutuhkan kombinasi antara respons cepat dan langkah mitigasi jangka panjang. Karena itu, BPBD Makassar tidak hanya fokus pada penyaluran bantuan air, tetapi juga mendorong penyediaan infrastruktur sumber air yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan melalui bantuan air bersih. Kami juga menyiapkan solusi jangka panjang agar masyarakat memiliki akses terhadap sumber air yang lebih memadai,” ujarnya.

Dengan distribusi air bersih yang terus berjalan serta rencana pembangunan 18 sumur dalam, Pemkot Makassar melalui BPBD dan Dinas PU berupaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak kekeringan sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. (Adv)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan