PELNI Makassar Angkut Satu Ton Bantuan Unhas Untuk Korban Gempa NTT

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI Cabang Makassar, mengangkut bantuan kemanusiaan dari Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan tersebut diangkut menggunakan KM Bukit Siguntang pada Jumat (28/8/2026), mengikuti rute reguler kapal PELNI dari Pelabuhan Makassar menuju wilayah NTT.

Sebanyak tujuh karung jumbo dengan volume sekitar 1 ton/m³ diserahkan oleh perwakilan SAR Unhas kepada Kepala Cabang PELNI Makassar Ridwan Mandaliko.

Bantuan itu berisi berbagai kebutuhan pokok masyarakat, di antaranya beras, minyak goreng, sarden, air minum dalam kemasan, pembalut wanita, mi instan, serta tikar.

Baca Juga : Pelindo dan Pelni Kirim Bantuan Bencana Gempa NTT Lewat Pelabuhan Makassar

KM Bukit Siguntang tiba di Pelabuhan Makassar pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 09.00 WITA. Kapal tersebut dijadwalkan berangkat menuju Maumere pada pukul 13.30 WITA.

Ridwan mengatakan, PELNI berkomitmen mendukung pengiriman bantuan kemanusiaan melalui kapal penumpang PELNI dengan memanfaatkan rute dan jadwal reguler.

“PELNI terus mendukung pengiriman bantuan kemanusiaan menggunakan kapal penumpang PELNI dengan mengikuti rute dan jadwal reguler kapal,” ujar Ridwan.

Menurut dia, dukungan tersebut merupakan bagian dari sinergi antara Kementerian Perhubungan, PELNI, Pelindo, serta berbagai pihak untuk mempercepat distribusi bantuan kepada masyarakat yang terdampak gempa di NTT.

“Dukungan tersebut merupakan bagian dari sinergi bersama Kementerian Perhubungan, PELINDO dan berbagai pihak dalam mempercepat distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di NTT,” katanya.

Baca Juga : Diskon 30 Persen Tiket PELNI Diserbu Penumpang, Kuota Program Stimulus Terserap 96 Persen

Pengangkutan bantuan melalui jalur laut dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan dari berbagai pihak dapat menjangkau wilayah terdampak.

PELNI berharap bantuan yang dikirimkan dapat segera diterima masyarakat yang membutuhkan serta membantu memenuhi kebutuhan dasar selama proses pemulihan pascagempa di NTT.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, operator transportasi laut, pemerintah, dan berbagai pihak, juga diharapkan terus diperkuat agar distribusi bantuan kemanusiaan dapat berlangsung secara cepat dan optimal. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan