MENITNEWS.CO,ID, BONE — Sinergi antara TNI Angkatan Darat dan masyarakat kembali terwujud di lapangan. Sebanyak 15 prajurit Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 21/Kawali turun langsung ke sawah untuk memanen padi bersama warga lokal di Desa Bulu Allamporenge, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone.
Aksi gotong royong pengelolaan lahan pertanian seluas tiga hektar milik Yonarmed 21/Kawali ini berlangsung di tengah tantangan fenomena kekeringan parah akibat musim kemarau ekstrem yang melanda wilayah tersebut.

Dampak kekeringan belakangan ini dirasakan cukup signifikan terhadap produktivitas lahan. Dalam kondisi normal dengan siklus dua kali panen setahun, area tersebut biasanya mampu menghasilkan 49 hingga 50 karung per musim. Namun, akibat anomali iklim kali ini, perolehan hasil panen merosot ke kisaran 30-an karung. Meskipun mengalami penurunan, hasil panen dari lahan milik batalyon berbaret cokelat ini tetap memberikan kontribusi penting dalam menjaga pasokan pangan di pasar daerah.
Baca juga: Buntut Pelanggaran Disiplin, 13 Pejabat Kementerian Pertanian Resmi Diberhentikan
Komandan Yonarmed 21/Kawali, Letkol Arm Rianto Hartomo, S.Sos., M.I.P., menegaskan bahwa keterlibatan para prajurit merupakan wujud nyata dukungan TNI AD terhadap program strategis pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional.
Menurut Rianto, kehadiran personel militer di area persawahan tidak hanya sebatas membantu pekerjaan fisik pemanenan, melainkan juga untuk memberikan dorongan moral dan motivasi kepada para petani lokal agar tetap tangguh menghadapi tantangan cuaca yang tidak menentu.

Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung program Ketahanan Pangan (Ketapang) secara berkelanjutan, Yonarmed 21/Kawali juga memperluas fokus pengembangannya di luar komoditas padi. Satuan ini secara aktif menggarap budidaya hortikultura yang beragam, meliputi penanaman jagung, ubi jalar, hingga pembibitan daun seledri.
Baca juga: Dari Pupuk Murah Hingga HPP Gabah, Kementan Pastikan Jalan Swasembada Pangan Dimulai Dari Petani
Seluruh hasil dari pengelolaan sektor ketahanan pangan ini dialokasikan secara akuntabel. Dana atau hasil yang diperoleh dimanfaatkan untuk pembenahan pangkalan dan perbaikan fasilitas internal satuan, menyokong berbagai agenda pembinaan prajurit serta Persit, hingga pemeliharaan satuan secara mandiri.

Langkah ini menegaskan kembali kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat, di mana para prajurit dan warga bekerja bahu-membahu di medan pertanian demi mewujudkan ketahanan pangan Indonesia yang mandiri, kuat, dan sejahtera. (*)



