MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat, agar mulai mempersiapkan dana pensiun sejak dini. Perencanaan tersebut idealnya dilakukan sejak seseorang pertama kali memasuki dunia kerja untuk memastikan kesejahteraan finansial setelah memasuki masa tidak produktif.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memiliki dana pensiun ataupun menyiapkan kebutuhan keuangan untuk masa pensiun.
“Masyarakat kita masih banyak yang belum memiliki dana pensiun atau setidaknya masih banyak masyarakat yang belum mempersiapkan dana pensiunnya dari sekarang,” kata Friderica yang akrab disapa Kiki, Minggu (6/9/2026).
Menurut Kiki, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama bagi OJK, pemerintah, regulator, asosiasi dana pensiun, hingga perusahaan yang bergerak di sektor dana pensiun.
Karena itu, ia mendorong seluruh pemangku kepentingan memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keuangan dan persiapan dana pensiun.
Kiki menegaskan, kesadaran mempersiapkan dana pensiun tidak seharusnya baru muncul ketika seseorang mendekati usia pensiun. Perencanaan justru perlu dimulai sejak awal seseorang memperoleh penghasilan.
“Sejak pertama orang bekerja itu harus sudah memikirkan tentang dana pensiun,” ujarnya.
OJK mendorong peningkatan literasi dan inklusi dana pensiun melalui penyelenggaraan Bulan Dana Pensiun Tahun 2026.
Program tersebut sekaligus diarahkan untuk memperluas kepesertaan masyarakat dalam program dana pensiun.
Bulan Dana Pensiun 2026 digelar sebagai gerakan kolaboratif dengan mengusung tema “Muda Berkarya, Tua Bahagia”.
Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keuangan serta membangun kesadaran mempersiapkan masa pensiun sejak usia produktif.
Direktur Operasional Taspen Tribuna Phitera Djaja mengatakan penyelenggaraan Bulan Dana Pensiun 2026 menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya kegiatan tersebut digelar sebagai gerakan kolaboratif.
“Kegiatan ini mengajak masyarakat mempersiapkan masa pensiun sejak dini melalui beberapa kegiatan edukatif dan inspiratif,” ujar Tribuna.
Ia mengatakan Taspen sebagai perusahaan yang menyelenggarakan program asuransi sosial bagi aparatur sipil negara (ASN) berkomitmen meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya persiapan menghadapi masa pensiun.
Upaya tersebut, lanjutnya, juga diarahkan untuk mendorong kesiapan ASN dalam menghadapi masa pensiun melalui perencanaan keuangan yang lebih baik sejak masih aktif bekerja.
Pemerintah turut menyambut baik penyelenggaraan Bulan Dana Pensiun Tahun 2026. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menilai gerakan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat perlindungan bagi angkatan kerja Indonesia.
“Kami dari Kementerian Ketenagakerjaan, sekali lagi, ini sejalan dengan upaya kita untuk terus meningkatkan perlindungan kepada para angkatan kerja kita,” kata Yassierli.
Dorongan tersebut menunjukkan bahwa persiapan dana pensiun tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga membutuhkan kolaborasi pemerintah, regulator, industri dana pensiun, perusahaan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Melalui edukasi dan peningkatan literasi keuangan, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menyiapkan sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup ketika memasuki masa pensiun.
Dengan memulai persiapan sejak pertama kali bekerja, OJK berharap masyarakat memiliki waktu lebih panjang untuk membangun dana pensiun secara bertahap sehingga kebutuhan finansial pada masa tua dapat dipersiapkan dengan lebih baik. (*)



