BPBD Makassar Pasok 172 Ribu Liter Air Bersih untuk Belasan Ribu Warga Terdampak Kekeringan

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar memasok sebanyak 172.300 liter air bersih guna menanggulangi krisis air akibat kekeringan di wilayahnya. Penyaluran bantuan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak kondisi darurat kekeringan.

Berdasarkan data infografis BPBD Kota Makassar per Senin, 7 September 2026 pukul 22.00 WITA, bantuan air bersih tersebut telah disalurkan melalui 41 rit pengiriman. Bantuan tersebut menjangkau 41 titik distribusi yang tersebar di 21 kelurahan dan delapan kecamatan.

Tercatat sebanyak 3.607 kepala keluarga atau setara 11.888 jiwa telah menerima dan memanfaatkan bantuan pasokan air bersih tersebut.

Wilayah sasaran distribusi mencakup Kecamatan Biringkanaya, Bontoala, Manggala, Panakkukang, Tallo, Tamalanrea, Ujung Tanah, dan Makassar. Sebaran titik penyaluran di tiap wilayah disesuaikan dengan tingkat kebutuhan warga.

Di Kecamatan Biringkanaya, pengiriman air menyasar Kelurahan Bulurokeng, Katimbang, Paccerakkang, dan Untia. Untuk Kecamatan Bontoala, bantuan disalurkan ke Kelurahan BungaEja Beru. Wilayah Kecamatan Manggala meliputi Kelurahan Manggala, Bitowa, dan Antang.

Penyaluran di Kecamatan Panakkukang mencakup Kelurahan Pampang dan Karawisi Utara. Wilayah Kecamatan Tallo menjadi salah satu yang terluas dengan mencakup Kelurahan Suangga, Rappokalling, Kaluku Bodoa, Buloa, Tallo, dan Panampu.

Sementara di Kecamatan Tamalanrea, pasokan air dialokasikan ke Kelurahan Bira, Tamalanrea, dan Parangloe. Bantuan juga menjangkau Kelurahan Camba Berua di Kecamatan Ujung Tanah, serta Kelurahan Maradekaya di Kecamatan Makassar.

Kelancaran proses distribusi ini didukung oleh pengerahan armada gabungan. Kendaraan operasional yang diterjunkan meliputi empat unit mobil Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), 10 unit dump truck, dua unit mobil tangki Palang Merah Indonesia (PMI), tiga unit mobil pickup BPBD, satu unit mobil tangki Dinas Lingkungan Hidup (DLH), empat unit mobil kecamatan, serta satu unit mobil tangki Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang.

Operasi penanganan darurat ini melibatkan kolaborasi personel lintas instansi. Sebanyak 80 personel BPBD Kota Makassar dikerahkan bersama 12 personel Damkar, lima personel PMI, empat personel tingkat kecamatan, tiga personel BBWS Pompengan Jeneberang, dan dua personel DLH Kota Makassar.

Langkah penanganan kekeringan ini merupakan wujud kerja sama antardinas guna memastikan ketersediaan pasokan air bagi masyarakat tetap terjaga. Penyaluran air bersih ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat kesiapsiagaan meminimalkan dampak kekeringan.

Guna menghadapi situasi ini, BPBD Kota Makassar mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mempererat sikap saling membantu, serta menghemat penggunaan air bersih selama masa kekeringan. (Adv)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan