MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA — Sebuah data yang beredar luas di media sosial menunjukkan pengakuan publik yang konsisten terhadap kinerja Andi Amran Sulaiman, sebagai Menteri Pertanian (Mentan) RI, Selasa (8/9/2026).
Amran Sulaiman tercatat meraih predikat Menteri Berkinerja Terbaik di lingkungan Kabinet Merah Putih dalam dua tahun berturut-turut, yaitu pada tahun 2025 dan 2026, berdasarkan hasil survei dari dua lembaga riset kredibel.
Fakta tersebut terungkap dari unggahan yang menampilkan grafik hasil survei dua lembaga terpisah yang dikemas menjadi satu bingkai. Unggahan tersebut menampilkan foto besar Mentan Amran Sulaiman dengan latar belakang Istana Negara dan slogan “Kerja Nyata untuk Rakyat”. Judul besar di atas grafik tersebut bertuliskan: “TOP! MENTAN AMRAN 2 TAHUN BERKINERJA TERBAIK, KABINET MERAH PUTIH”.
Survei Indikator Politik Indonesia (Oktober 2025): Survei ini, yang mengusung tema “DATA BERBICARA, RAKYAT MENILAI”, menempatkan Andi Amran Sulaiman (Menteri Pertanian) di posisi pertama dengan skor kepuasan publik mencapai 84,9%. Survei ini melibatkan responden dari 38 provinsi di Indonesia.
Mengikuti di posisi kedua adalah Teddy Indra Wijaya (Sekretaris Kabinet) dengan 84,5%.
Posisi ketiga diisi oleh Purbaya Yudhi Sadewa (Menteri Keuangan) dengan 84,1%.
Di posisi keempat ada Nasaruddin Umar (Menteri Agama) dengan 83,4%.
Posisi kelima ditempati Prasetyo Hadi (Menteri Sekretaris Negara) dengan 82,9%.
Survei IndexPolitica (September 2026): Lembaga Riset Politik dan Kebijakan Publik ini juga mengukuhkan posisi Andi Amran Sulaiman (Menteri Pertanian) sebagai Menteri Berkinerja Terbaik dengan skor yang lebih tinggi lagi, yaitu 91.
Ini menegaskan tren positif kepuasan publik terhadap kinerja Amran setahun setelah survei sebelumnya. Survei ini juga dilakukan terhadap responden di 38 provinsi di Indonesia.
Ranking kedua diduduki oleh Rosan Perkasa Roeslani (Menteri Investasi dan Hilirisasi) dengan nilai 89.
Purbaya Yudhi Sadewa (Menteri Keuangan) tetap di posisi ketiga dengan nilai 87.
Di posisi keempat adalah Abdul Mu’ti (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah) dengan nilai 86.
Posisi kelima adalah Budi Gunadi Sadikin (Menteri Kesehatan) dengan nilai 85.

Pencapaian Amran Sulaiman ini menunjukkan tingkat kepercayaan publik yang sangat tinggi dan stabil terhadap kemampuannya memimpin sektor pertanian.
Konsistensi dalam memuncaki daftar menteri berkinerja terbaik ini menandakan bahwa, kebijakan dan program kerja yang dilaksanakannya dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat dalam rentang waktu yang panjang.
Founder sekaligus Peneliti Senior IndexPolitica Indonesia, Denny Charter, menegaskan bahwa penilaian tersebut berfokus pada kinerja nyata kementerian, bukan tingkat popularitas menteri di ruang publik.
“Yang kami ukur adalah kinerja, bukan popularitas. Menteri yang sering diberitakan belum tentu menteri dengan kinerja terbaik,” ujar Denny Charter.
Ia menjelaskan, penilaian IndexPolitica dilakukan melalui pendekatan Evidence-Based Government Performance Assessment dengan mempertimbangkan capaian output, outcome, serta dampak kebijakan terhadap masyarakat.
Evaluasi tersebut menggunakan pendekatan Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) yang mencakup enam dimensi, yakni policy output, policy outcome, efektivitas implementasi, dampak publik dan ekonomi, inovasi kebijakan, serta koordinasi antarpemerintah.
Keterangan penting: Berdasarkan materi pada gambar, IndexPolitica menempatkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di posisi pertama dengan skor 91, disusul Rosan Perkasa Roeslani (89), Purbaya Yudhi Sadewa (87), Abdul Mu’ti (86), dan Budi Gunadi Sadikin (85).
Kalau dimasukkan ke berita, bagian ini akan membuat pemberitaan lebih kuat karena tidak hanya menyebut hasil survei, tetapi juga menjelaskan alasan dan metode penilaiannya.
Menanggapi hasil survei yang terus menempatkannya di posisi puncak kinerja menteri terbaik selama dua tahun berturut-turut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan tanggapan yang bernada rendah hati namun tegas.
”Hasil survei ini adalah cerminan dari semangat kerja seluruh jajaran Kementerian Pertanian dan dukungan penuh dari masyarakat, terutama para petani di seluruh pelosok Indonesia. Predikat ini bukanlah tujuan, melainkan motivasi tambahan,” ujar Mentan Amran kepada wartawan.

Ia menekankan bahwa kinerja pemerintah bukan tentang penghargaan pribadi, melainkan tentang realisasi program.
“Fokus kami akan selalu pada ‘Kerja Nyata untuk Rakyat’, sesuai dengan visi Kabinet Merah Putih. Kami tidak akan berhenti di sini. Tantangan ke depan masih besar, terutama dalam mencapai swasembada pangan. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan efisiensi, inovasi teknologi, dan kesejahteraan petani agar target tersebut benar-benar tercapai untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia,” kunci Mentan Amran. (*)



