Bank Sulselbar Perkuat Koneksi Bisnis Makassar-Tiongkok, Dorong Investasi dan Ekspor

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Bank Sulselbar mengambil peran strategis dalam memperkuat konektivitas bisnis antara pelaku usaha Sulawesi Selatan dan pasar Tiongkok melalui Business Connection Indonesia-China 2026 yang digelar di Hotel The Rinra Makassar, Selasa (8/9/2026).

Forum bisnis tersebut menjadi ruang pertemuan bagi pelaku usaha, pemerintah, perbankan dan mitra bisnis dari Indonesia serta Tiongkok untuk membuka peluang kerja sama, perdagangan, investasi dan akses pembiayaan.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi mengapresiasi langkah Bank Sulselbar yang mengambil posisi sebagai mediator dalam mempertemukan pelaku usaha lokal dengan jejaring bisnis serta peluang pembiayaan dari Tiongkok.

Menurut Appi, peran perbankan daerah seperti Bank Sulselbar sangat penting untuk mendorong potensi ekonomi Makassar agar tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan domestik, tetapi juga mampu terkoneksi dengan pasar internasional.

“Acara Business Connection Indonesia-China 2026 ini tentu memberikan dampak besar di kota ini, kebanggaan kita, khususnya pada Kota Makassar, menjadi tempat pelaksanaan kegiatan ini,” kata Appi.

Ia menilai forum yang difasilitasi Bank Sulselbar tersebut harus menghasilkan tindak lanjut konkret. Pertemuan bisnis antara pengusaha Indonesia dan Tiongkok diharapkan tidak berhenti pada agenda seremonial, tetapi berlanjut menjadi kerja sama dan transaksi bisnis.

“Peluang pasar Tiongkok dapat dimanfaatkan untuk memperluas pasar berbagai produk yang dihasilkan pelaku usaha di Makassar dan Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Corporate Secretary Bank Sulselbar, Hartani Djurnie, mengatakan Business Connection Indonesia-China 2026 merupakan bagian dari komitmen Bank Sulselbar dalam memperluas peran intermediasi perbankan untuk mendukung dunia usaha.

Menurut Hartani, perbankan tidak hanya berfungsi sebagai penyedia layanan keuangan, tetapi juga dapat menjadi penghubung antara pelaku usaha dengan peluang pasar, jejaring bisnis dan mitra strategis.

“Bank Sulselbar ingin menjadi bagian dari ekosistem yang mempertemukan potensi usaha di Sulawesi Selatan dengan peluang pasar dan mitra bisnis internasional. Forum ini kami harapkan dapat membuka koneksi yang lebih konkret bagi pelaku usaha,” ujar Hartani, saat dikonfirmasi Rabu (9/9/2026).

Ia mengatakan konektivitas bisnis menjadi semakin penting di tengah peluang ekspansi produk lokal ke pasar global.

Karena itu, Bank Sulselbar berupaya menghadirkan ruang pertemuan yang memungkinkan pelaku usaha mendapatkan akses informasi sekaligus membangun jaringan dengan calon mitra.

“Yang kami dorong bukan hanya pertemuan, tetapi bagaimana komunikasi dan penjajakan yang terjadi dalam forum ini dapat berlanjut menjadi kerja sama yang memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha dan perekonomian daerah,” katanya.

Hartani menambahkan, Bank Sulselbar akan terus memperkuat dukungan terhadap pelaku usaha melalui fungsi intermediasi dan layanan perbankan yang dibutuhkan dalam pengembangan bisnis.

Dalam forum tersebut, Appi memaparkan sejumlah keunggulan Makassar sebagai salah satu pusat perdagangan dan aktivitas ekonomi di kawasan Indonesia Timur.

Menurutnya, posisi geografis Makassar yang strategis telah menjadikan kota tersebut sebagai titik pertemuan aktivitas perdagangan sejak berabad-abad lalu.

“Kota Makassar ini merupakan jantung perdagangan, khususnya yang ada di Indonesia Timur, dan tempat terjadinya transaksi keuangan. Baik di zaman abad yang lalu, dan ini masih bisa berlangsung sampai sekarang,” ujarnya.

Appi menyebut Makassar berada pada jalur strategis yang menghubungkan Indonesia bagian timur dengan wilayah barat Indonesia hingga pasar dunia.

Kekuatan tersebut, kata dia, semakin ditopang oleh konektivitas transportasi melalui pelabuhan serta Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang melayani penerbangan internasional.

“Kami adalah kota dagang yang tentu menjadikan konektivitas menjadi jantung dari segala kegiatan ekonomi,” tegasnya.

Kondisi tersebut menjadi peluang bagi Makassar untuk dikembangkan sebagai hub perdagangan dan distribusi produk dari Sulawesi maupun kawasan Indonesia Timur menuju pasar internasional.

“Kota Makassar ini hanya akan menjadi hub dari seluruh produk-produk yang ada di surrounding Kota Makassar atau Sulawesi, dan semuanya akan masuk ke Kota Makassar sebagai pelabuhan ekspor-impor untuk menghubungkan produk-produk mereka,” jelas Appi.

Appi juga memaparkan perkembangan ekonomi dan investasi Kota Makassar yang menunjukkan tren positif.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Makassar saat ini mencapai 6,61 persen, atau berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kita berusaha terus untuk menjaga pertumbuhan ini. Sehingga pertumbuhan ini tidak hanya tumbuh di atas angka-angka statistik,” tuturnya.

Sementara itu, nilai investasi Kota Makassar meningkat dari sekitar Rp3,82 triliun pada 2024 menjadi Rp5,29 triliun pada 2025.

Kenaikan tersebut mencapai sekitar 38,48 persen. Menurut Appi, pertumbuhan investasi itu menunjukkan adanya kepercayaan investor terhadap Kota Makassar.

“Ini artinya ada kepercayaan yang kita berikan kepada para investor untuk bisa menanamkan modal di kota ini,” katanya.

Pemkot Makassar, lanjut Appi, akan terus menjaga iklim investasi agar tetap kondusif, aman dan ramah bagi dunia usaha.

Ia menegaskan investasi harus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, termasuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan mendorong UMKM naik kelas.

“Bagaimana serapan tenaga kerja bisa naik melalui investasi yang ada. Bagaimana UMKM kita bisa naik kelas dengan investasi yang ada,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Appi mengingatkan pelaku usaha lokal agar tidak hanya mengandalkan kualitas produk ketika ingin menembus pasar Tiongkok.

Menurutnya, pengusaha perlu memahami karakteristik pasar negara tujuan, mulai dari kebutuhan konsumen, standar produk, kemasan hingga tampilan produk.

“Salah satu yang menjadi kebutuhan masyarakat Kota Makassar adalah menyangkut informasi yang detail terhadap apa yang menjadi kebutuhan, apa yang menjadi keinginan dari saudara-saudara kita yang ada di Tiongkok,” jelasnya.

Informasi tersebut dinilai penting agar produk yang diekspor benar-benar sesuai dengan permintaan dan standar pasar Tiongkok.

“Ini sangat penting untuk memastikan bahwa apa yang akan kita kirim atau menambah pasar yang ada ini benar-benar sudah sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan daerah atau negara tujuan kita,” imbuhnya.

Karena itu, forum yang difasilitasi Bank Sulselbar tersebut diharapkan menjadi ruang pertukaran informasi bisnis yang konkret antara pelaku usaha Indonesia dan Tiongkok.

Appi juga menyinggung upaya Pemkot Makassar memperkenalkan potensi daerah ke pasar internasional melalui berbagai agenda, termasuk Indonesia Gastrodiplomacy yang menghadirkan 41 duta besar negara sahabat ke Makassar.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi membangun jejaring internasional sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi Sulawesi Selatan.

“Kita mau segala sesuatu berdasarkan asas kolaborasi yang sangat kuat, menghadirkan seluruh stakeholder untuk bisa tumbuh bersama, jalan bersama, dan salah satunya hari ini kita jalan dengan sangat harmonis bersama Bank Sulselbar,” pungkas Appi. (Adv)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan