Peringati Dies Natalis ke-70, Universitas Hasanuddin Dorong Keseimbangan Intelektual dan Spiritual Civic Akademika

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Rangkaian perayaan Dies Natalis ke-70 Universitas Hasanuddin diisi dengan kegiatan keagamaan berupa Tabligh Akbar di Baruga A.P Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Selasa (8/9). Agenda yang dihadiri sekitar 1.000 peserta dari sivitas akademika tersebut menghadirkan Ustaz Drs. H. Agung Wirawan, M.Si. sebagai penceramah utama.

Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menekankan bahwa proses pencetakan sumber daya manusia di perguruan tinggi harus berjalan selaras dengan pembenahan aspek spiritual. Pengembangan sektor akademik semestinya tidak berjalan sendirian tanpa didampingi pembentukan karakter berbasis keimanan.

Pendidikan di perguruan tinggi, menurut Prof. JJ, dituntut untuk menyeimbangkan olah pikir dan keheningan hati. Pendekatan ini diperlukan guna melahirkan akademisi yang tidak sekadar unggul secara intelektual, tetapi juga memegang teguh nilai-nilai keagamaan.

Ia menuturkan bahwa atmosfer akademik yang sehat sangat bergantung pada solidnya rasa kekeluargaan serta jalinan silaturahmi antaranggota kampus. Modal sosial ini menjadi pijakan bersama dalam mendorong kemajuan Unhas secara berkelanjutan.

Momentum peringatan usia ke-70 tahun ini dipandang sebagai fase krusial untuk melakukan introspeksi. Selain mencatat rekam jejak sejarah lembaga, perayaan ini difungsikan sebagai sarana penguatan fondasi sumber daya manusia yang menjadi penggerak utama universitas.

Sejalan dengan hal tersebut, Ustaz H. Agung Wirawan dalam ceramahnya menggarisbawahi pentingnya kedekatan dengan Sang Pencipta dalam membentuk karakter masyarakat serta bangsa yang bermartabat. Pembangunan manusia yang utuh dinilai harus berakar pada hubungan spiritual yang kuat.

Ustaz Agung mengajak seluruh keluarga besar Unhas untuk menerjemahkan prinsip amanu bi rabbihim dalam kehidupan sehari-hari, yakni dengan memperkokoh iman dan kualitas ibadah secara langsung kepada Allah SWT.

Ia menegaskan bahwa ibadah salat hendaknya tidak dipandang sebatas rutinitas formalitas. Salat merupakan wujud komitmen total seorang hamba yang melandasi seluruh helaan napas, langkah hidup, hingga pengabdiannya.

Penguatan sisi spiritual ini melengkapi dimensi pencapaian ilmiah di lingkungan kampus. Penguasaan keilmuan yang dipadukan dengan kematangan moral diharapkan mampu melahirkan insan akademis yang bertanggung jawab atas peran sosialnya.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 16.00 WITA tersebut menjadi wadah konsolidasi spiritual sekaligus sarana mempererat silaturahmi di tengah aktivitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang dijalankan Unhas. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan