Unhas Wisuda 2.097 Lulusan Periode September 2026, Ini Daftar Wisudawan Terbaik

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Universitas Hasanuddin (Unhas) melepas sebanyak 2.097 lulusan, melalui Wisuda Periode September Tahun Akademik 2026/2027. Prosesi wisuda berlangsung selama dua hari, 7–8 September 2026, di Baruga A.P. Pettarani, Kampus Tamalanrea, Makassar.

Wisuda tersebut menjadi momentum bagi Unhas untuk memberikan apresiasi kepada para lulusan yang mencatatkan prestasi akademik terbaik dari berbagai jenjang pendidikan.

Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi, ketekunan, dan konsistensi para lulusan selama menjalani proses pendidikan hingga menyelesaikan studi.

Nama-nama lulusan terbaik ditetapkan melalui Surat Keputusan Rektor Unhas dan diumumkan Direktur Pendidikan Unhas, Dr. Eng. Ir. Muralia Hustim, S.T., M.T., IPM.

Berikut daftar lulusan terbaik pada Wisuda Unhas Periode September 2026:

Program Doktor

Massriyyady Massaguni, Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Mesin. Ia meraih IPK 4,00 dengan lama studi 2 tahun 6 bulan dan predikat Cum Laude.

Program Magister

Muhlis, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Program Studi Ilmu Perikanan. Ia meraih IPK 4,00, menyelesaikan studi dalam 1 tahun 1 bulan, dengan predikat Cum Laude.

Program Sarjana Fakultas Eksakta

Al Qadri, Fakultas MIPA, Program Studi Sistem Informasi, meraih IPK 3,97 dengan lama studi 3 tahun 11 bulan dan predikat Cum Laude.

Program Sarjana Fakultas Non-Eksakta

Ravelina Paembonan Pali, Fakultas Hukum, Program Studi Ilmu Hukum, mencatat IPK 3,99 dengan lama studi 3 tahun 11 bulan dan predikat Cum Laude.

Program Sarjana Terapan

Rika Oktavia Cancer, Fakultas Vokasi, Program Studi Agribisnis Peternakan, meraih IPK 3,98 dengan lama studi 3 tahun 11 bulan dan predikat Cum Laude.

Program Subspesialis

Murvandayanti, Fakultas Kedokteran, Program Studi Subspesialis Anestesiologi dan Terapi, meraih IPK 3,99 dengan lama studi 2 tahun 11 bulan dan predikat Sangat Memuaskan.

Program Spesialis

Pada jenjang spesialis, dua lulusan terbaik yakni Primitha Yulianti dari Fakultas Kedokteran, Program Studi Spesialis Neurologi, dengan IPK 3,97, lama studi 3 tahun 5 bulan, dan predikat Summa Cum Laude.

Lulusan terbaik lainnya adalah St. Rakhmawati A. dari Fakultas Kedokteran Gigi, Program Studi Prostodonsia, dengan IPK 3,99, lama studi 2 tahun 11 bulan, dan predikat Cum Laude.

Program Profesi

Tiga lulusan terbaik pada program profesi masing-masing adalah Hijratul Hikmah dari Fakultas Kedokteran, Program Studi Profesi Dokter Hewan, dengan IPK 3,92 dan lama studi 1 tahun 7 bulan.

Kemudian Muhammad Ardhani Ridwan dari Fakultas Kedokteran Gigi, Program Studi Profesi Dokter Gigi, dengan IPK 3,93 dan lama studi 1 tahun 7 bulan.

Sementara Ridha Izzah Syahada dari Fakultas Farmasi, Program Studi Profesi Apoteker, meraih IPK 4,00 dengan lama studi 1 tahun.

Ketiganya memperoleh predikat kelulusan Cum Laude.

Program Sarjana

Pada program sarjana, lulusan terbaik terdiri atas:

Sitti Andina Nurafifah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Studi Manajemen — IPK 3,97, lama studi 4 tahun, Cum Laude.

Gardenia Rahayu Gray, Fakultas Kedokteran, Program Studi Kedokteran Hewan — IPK 3,83, lama studi 3 tahun 11 bulan, Sangat Memuaskan.

Patricia Natiara Patabang, Fakultas Teknik, Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota — IPK 3,92, lama studi 3 tahun 11 bulan, Cum Laude.

Wardayanti Maria, Fakultas Isipol, Program Studi Ilmu Komunikasi — IPK 3,97, lama studi 3 tahun 11 bulan, Cum Laude.

Nurul Sitti Amaliyah, Fakultas Ilmu Budaya, Program Studi Sastra Inggris — IPK 3,96, lama studi 3 tahun 10 bulan, Cum Laude.

Dhella Indah Parawangsa, Fakultas Pertanian, Program Studi Agribisnis — IPK 3,92, lama studi 4 tahun, Cum Laude.

Isdandi Mulyawan Isra, Fakultas Peternakan, Program Studi Peternakan — IPK 3,80, lama studi 3 tahun 10 bulan, Sangat Memuaskan.

Nur Syahfitri Hafidzah Ramadani, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Program Studi Kesehatan Masyarakat — IPK 3,96, lama studi 3 tahun 11 bulan, Cum Laude.

Imelda Toding Allo, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Program Studi Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan — IPK 3,86, lama studi 3 tahun 11 bulan, Cum Laude.

Anita Pratiwi, Fakultas Kehutanan, Program Studi Kehutanan — IPK 3,84, lama studi 3 tahun 9 bulan, Sangat Memuaskan.

Andi Tantya Widya Warapsari, Fakultas Farmasi, Program Studi Farmasi — IPK 3,64, lama studi 4 tahun, Sangat Memuaskan.

Elisabet Novia Ulianti Hasugian, Fakultas Keperawatan, Program Studi Keperawatan — IPK 3,88, lama studi 3 tahun 11 bulan, Cum Laude.

Abi Gail Helena Margono, Fakultas Teknologi Pertanian, Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan — IPK 3,94, lama studi 4 tahun, Cum Laude.

Unhas memberikan penghargaan berupa piagam kepada lulusan terbaik tingkat universitas dan fakultas dari berbagai jenjang pendidikan. Khusus lulusan terbaik Program Sarjana bidang Eksakta dan Non-Eksakta, Unhas juga memberikan penghargaan tambahan berupa tabungan pendidikan.

Rektor Unhas Tekankan Adaptasi terhadap AI

Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., dalam pidatonya mengingatkan para lulusan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, terutama kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Menurutnya, perubahan teknologi telah membawa disrupsi besar terhadap dunia kerja. Karena itu, lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi juga harus memiliki kepekaan terhadap perkembangan zaman serta kecakapan memanfaatkan teknologi.

“Jika leluhur kita membaca rasi bintang untuk navigasi, hari ini para wisudawan harus cerdas membaca tren data dan teknologi,” ujar Prof. Jamaluddin Jompa.

Ia mendorong lulusan Unhas agar tidak melihat AI hanya sebagai ancaman. Sebaliknya, teknologi tersebut harus dimanfaatkan sebagai instrumen untuk mempercepat pekerjaan, meningkatkan produktivitas, dan menghasilkan solusi yang lebih baik.

“Jadikan kemajuan inovasi digital dan kecerdasan buatan sebagai instrumen untuk mengakselerasi produktivitas Saudara,” tegasnya.

Menurut Prof. Jamaluddin, kemampuan beradaptasi akan semakin penting seiring perkembangan AI dan otomatisasi yang berpotensi mengubah berbagai jenis pekerjaan.

Para lulusan Unhas pun dituntut mampu berkompetisi dengan talenta internasional sekaligus terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan sesuai perkembangan teknologi.

AI Harus Diimbangi Integritas dan Empati

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, Prof. Jamaluddin menegaskan bahwa keunggulan manusia tidak hanya terletak pada kemampuan menguasai teknologi.

Menurut dia, terdapat aspek kemanusiaan yang tidak dapat digantikan oleh kecerdasan buatan, seperti kemampuan mempertimbangkan nilai, memahami perasaan, mengambil keputusan secara etis, serta memiliki empati sosial.

“Kecerdasan buatan dapat membantu manusia mengolah informasi dan menyelesaikan pekerjaan, namun kemampuan untuk mempertimbangkan nilai, memahami perasaan, dan mengambil keputusan secara beretika tetap berada pada manusia,” katanya.

Ia menekankan pentingnya integritas sebagai landasan dalam memanfaatkan teknologi. Kemampuan menggunakan AI harus disertai tanggung jawab moral agar kemajuan teknologi memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Di sinilah letak keunggulan tak tergantikan Saudara sebagai manusia. Jadikan filosofi Siri’ na Pacce sebagai pijakan etos kerja ke depannya,” pesannya.

Prof. Jamaluddin juga mengajak para lulusan menjadikan karakter maritim leluhur Bugis-Makassar sebagai modal dalam menghadapi persaingan global.

Menurutnya, keberanian para pelaut Bugis-Makassar menjelajahi berbagai wilayah pada masa lalu lahir dari kemampuan membaca kondisi alam, memperhitungkan risiko, serta memiliki ketahanan mental.

“Pencapaian lintas benua di masa lampau tersebut tidak dicapai secara kebetulan. Ia lahir dari ketajaman membaca data alam, kalkulasi risiko, dan ketahanan mental,” ujarnya.

Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, perlu diterjemahkan menjadi kompetensi profesional. Kemampuan membaca situasi, mengambil keputusan, menghadapi ketidakpastian, dan berani mencoba hal baru menjadi modal penting bagi lulusan untuk bertahan dan berkembang di tengah perubahan.

Lulusan Unhas Diminta Berikan Dampak bagi Masyarakat

Prof. Jamaluddin menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak berhenti setelah mahasiswa memperoleh gelar akademik.

Setelah meninggalkan kampus, para lulusan Unhas memiliki tanggung jawab untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

Menurutnya, keberhasilan lulusan tidak semata-mata diukur dari pencapaian karier, tetapi juga dari besarnya kontribusi yang diberikan kepada lingkungan dan masyarakat.

Ilmu, teknologi, dan gagasan yang dimiliki para lulusan diharapkan dapat diwujudkan melalui pengabdian dan inovasi yang menghasilkan solusi nyata.

“Jadikan profesionalisme dan karya Saudara sebagai bentuk pengabdian. Hadirkan inovasi yang memberikan solusi dan manfaat bagi masyarakat,” pesan Prof. Jamaluddin.

Menutup prosesi wisuda, Prof. Jamaluddin mengajak para wisudawan untuk melihat orang tua dan keluarga yang hadir mendampingi mereka. Ia mengingatkan bahwa pencapaian akademik tersebut tidak terlepas dari dukungan keluarga.

“Dengan rasa bangga, kami menyerahkan kembali mereka kepada keluarga; kini sebagai sosok-sosok pemikir muda yang siap memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” kata Prof. Jamaluddin. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan