Mentan Amran Sulaiman Menteri Berkinerja Terbaik, Ketua PWI Sulsel Suwardi Thahir Beri Apresiasi Tinggi

MENITNEWS.CO.ID, ​MAKASSAR — Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Ir. H. Suwardi Thahir, memberikan apresiasi tinggi dan ucapan selamat kepada Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P.

Pasalnya, Mentan Amran kembali dinobatkan sebagai menteri dengan skor kinerja tertinggi di jajaran Kabinet Merah Putih berdasarkan evaluasi Government Performance Assessment yang dirilis oleh lembaga riset IndexPolitica Indonesia pada September 2026.

​Dalam rilis tersebut, Mentan Amran menduduki peringkat pertama dari sepuluh menteri berkinerja terbaik dengan perolehan skor 91, mengungguli sejumlah menteri lainnya seperti Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani (89) dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (87).

​Ketua PWI Sulsel, Suwardi Thahir, menilai prestasi gemilang yang diraih secara konsisten ini merupakan bukti nyata atas kepemimpinan visioner, dedikasi, serta kerja keras tanpa kenal lelah yang ditunjukkan oleh Andi Amran Sulaiman, dalam mengawal kedaulatan pangan nasional.

Sebagai tokoh asal Sulawesi Selatan, capaian tersebut dinilai menjadi kebanggaan besar bagi masyarakat regional maupun nasional.

​Prestasi ini membuktikan bahwa, kerja keras berbasis data dan turun langsung ke lapangan yang dilakukan Mentan Amran Sulaiman memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani dan kemandirian bangsa.

“Sebagai tokoh asal Sulawesi Selatan, capaian ini tentu menjadi kebanggaan besar bagi kita semua, sekaligus teladan kepemimpinan yang berorientasi pada hasil konkret,” ujar Suwardi Thahir di Kota Makassar, Jumat (11/9/2026).

​Founder dan Peneliti Senior IndexPolitica Indonesia, Denny Charter, menegaskan bahwa penilaian ini menggunakan pendekatan objektif Evidence-Based Government Performance Evaluation melalui metode Multi-Criteria Decision Analysis.

Penilaian ini mengukur indikator kinerja secara komprehensif berdasarkan enam dimensi utama, yakni Policy Output (20%), Policy Outcome (25%), Implementation Effectiveness (20%), Public and Economic Impact (15%), Policy Innovation (10%), dan Intergovernmental Coordination (10%), sehingga murni mengukur efektivitas kebijakan dan bukan sekadar popularitas.

​Capaian ini melanjutkan tren positif serupa yang diraih Amran dalam survei kepuasan publik oleh Indikator Politik Indonesia pada Oktober 2025 lalu, di mana ia juga berada di posisi puncak dengan tingkat kepuasan mencapai 84,9 persen.

​Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian, Moch. Arief Cahyono, menyampaikan bahwa konsistensi posisi puncak selama dua tahun berturut-turut ini didorong oleh lompatan capaian konkret di sektor pertanian.

Sepanjang tahun 2025, produksi beras nasional sukses menembus angka 34,69 juta ton—rekor tertinggi sepanjang sejarah yang diakui oleh BPS, FAO, dan USDA—serta meningkat 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

​Indonesia juga telah resmi mencapai swasembada pada delapan komoditas strategis utama, yaitu beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Di samping itu, stok beras pemerintah menembus angka 5,3 juta ton (rekor tertinggi sejak 1984), nilai ekspor sektor pertanian mencapai sekitar Rp166 triliun, serta Nilai Tukar Petani (NTP) pada 2026 melesat ke level 129,19 yang merupakan pencapaian tertinggi dalam 34 tahun terakhir. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan