DPRD Makassar Apresiasi Perumda Pasar Makassar Raya Benahi Retribusi, Pedagang, Revitalisasi Hingga Sampah

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Perumda Pasar Makassar Raya, terus mendorong pembenahan tata kelola pasar melalui sejumlah program strategis, mulai dari digitalisasi retribusi, penataan pedagang, revitalisasi pasar tradisional, hingga pengelolaan sampah.

Program tersebut dipaparkan Direktur Operasional Perumda Pasar Kota Makassar, Rusli Patara, SP, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan yang digelar DPRD Kota Makassar bersama Perumda Pasar Kota Makassar di Hotel Karebosi Premier, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan tersebut digagas anggota DPRD Kota Makassar, H. Ruslan Lallo, sebagai bagian dari upaya mendorong pengelolaan pasar yang lebih profesional, tertib, transparan, sekaligus mampu memberikan kontribusi optimal terhadap pendapatan daerah. DPRD Makassar mengapresiasi program Perumda Pasar Makassar Raya.

Dalam pemaparannya, Rusli mengatakan digitalisasi menjadi salah satu fokus utama Perumda Pasar, khususnya dalam sistem pembayaran dan pemungutan retribusi.

Menurut dia, penerapan sistem digital diperlukan untuk memperkuat transparansi pengelolaan sekaligus meminimalkan potensi kebocoran penerimaan retribusi.

“Digitalisasi ini menjadi salah satu upaya untuk memperbaiki tata kelola, meningkatkan transparansi, sekaligus meminimalisir kebocoran. Dengan sistem yang lebih terukur, tingkat pendapatan retribusi juga diharapkan dapat meningkat,” ujar Rusli.

Selain pembenahan sistem retribusi, Perumda Pasar Makassar juga menaruh perhatian terhadap penataan pedagang yang berjualan di tepi jalan.

Penataan diperlukan agar aktivitas perdagangan tetap berjalan tanpa mengganggu arus lalu lintas maupun kenyamanan masyarakat di sekitar kawasan pasar.

Rusli menegaskan, pengelolaan pasar harus mampu menciptakan keseimbangan antara kepentingan pedagang, kenyamanan masyarakat, dan kelancaran lalu lintas.

“Pengelolaan pasar harus mampu menciptakan keseimbangan antara kepentingan pedagang, kenyamanan masyarakat, serta kelancaran lalu lintas di sekitar pasar,” katanya.

Persoalan kondisi fisik pasar tradisional juga menjadi perhatian Perumda Pasar. Sejumlah pasar masih memiliki bangunan yang telah berusia tua sehingga membutuhkan perbaikan dan revitalisasi.

“Revitalisasi menjadi bagian penting karena masih ada pasar tradisional yang kondisi bangunannya sudah tua dan membutuhkan pembenahan. Kita ingin pasar tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga nyaman, aman, dan layak bagi pedagang maupun masyarakat,” jelas Rusli.

Menurutnya, revitalisasi pasar tidak cukup hanya berorientasi pada pembenahan fisik bangunan. Perbaikan juga harus diikuti dengan peningkatan sistem pengelolaan dan kualitas pelayanan agar aktivitas ekonomi di dalam pasar semakin produktif.

Pengelolaan sampah menjadi agenda lain yang disiapkan Perumda Pasar Kota Makassar.

Pengelolaan sampah di setiap unit pasar diarahkan melalui pemilahan sejak dari sumbernya. Sejumlah konsep yang dapat diterapkan antara lain pengadaan teba, pengolahan sampah menjadi kompos, serta pengembangan bank sampah.

Selain pengolahan di dalam kawasan pasar, ketersediaan armada pengangkut sampah juga dinilai penting. Armada tersebut dibutuhkan agar pengangkutan dapat dilakukan secara rutin sehingga tidak terjadi penumpukan sampah di kawasan pasar.

Langkah tersebut diharapkan tidak hanya menciptakan lingkungan pasar yang lebih bersih dan sehat, tetapi juga membuka peluang agar sampah yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi NasDem, H. Ruslan Lallo, mendorong peningkatan kualitas pengelolaan pasar di Kota Makassar.

Ruslan yang berada di Komisi B bidang Perekonomian dan Keuangan menilai pasar tidak seharusnya hanya dipandang sebagai lokasi transaksi jual beli. Kawasan pasar juga dapat dikembangkan menjadi pusat aktivitas ekonomi yang lebih produktif.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah Pasar Sentral Makassar. Ruslan mengusulkan agar kawasan tersebut dikembangkan dengan konsep yang lebih beragam sehingga mampu menarik lebih banyak masyarakat sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi.

Beberapa gagasan yang disampaikan antara lain pengembangan kawasan Pasar Sentral sebagai pusat kuliner, arena permainan atau games, hingga penginapan maupun apartemen.

Menurut Ruslan, pengembangan dengan konsep tersebut dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan produktivitas kawasan pasar sekaligus menciptakan sumber-sumber ekonomi baru.

“Pasar harus dikelola dengan baik dan produktif. Jangan hanya melihat pasar sebagai tempat jual beli, tetapi bagaimana kawasan tersebut bisa dikembangkan menjadi pusat ekonomi yang mampu memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat,” kata Ruslan.

Ia berharap sinergi antara DPRD dan Perumda Pasar dapat menghasilkan kebijakan yang mampu menjawab berbagai persoalan pasar secara menyeluruh.

Pembenahan tersebut mencakup peningkatan pendapatan retribusi, kondisi bangunan, penataan pedagang, hingga kebersihan lingkungan pasar.

Dengan tata kelola yang semakin baik, pasar tradisional di Kota Makassar diharapkan tetap mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di tengah perubahan pola perdagangan yang semakin modern. (Adv)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan