Deretan Khasiat Kayu Manis untuk Kesehatan, Mampu Turunkan Gula Darah dan Jaga Jantung

Rutin Minum Air Rebusan Kayu Manis? Ini 5 Manfaatnya untuk Gula Darah hingga Jantung (Sumber: prokalteng)

MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA – Rempah dapur yang kerap dimanfaatkan sebagai penambah aroma masakan, kayu manis, menyimpan potensi besar bagi kesehatan tubuh. Bahan alami ini terbukti efektif membantu mengontrol kadar gula darah, melawan paparan radikal bebas, hingga memelihara fungsi organ jantung.

Masyarakat pada umumnya mengonsumsi kayu manis dalam bentuk ramuan minuman. Batang kayu manis diseduh dengan air panas atau direbus untuk mengekstrak kandungan senyawa aktif yang berkhasiat di dalamnya.

Penelitian mengenai efek kayu manis terhadap penderita diabetes menunjukkan pemberian bubuk kayu manis dosis 1 hingga 1,5 gram per hari tidak menimbulkan efek samping. Walau demikian, para ahli hingga saat ini belum menetapkan standar dosis pasti untuk penggunaan harian herbal tersebut.

Efektivitas kayu manis dalam mencegah diabetes melitus menjadi salah satu khasiat yang paling populer. Rempah ini bekerja dengan cara menekan jumlah glukosa yang masuk ke pembuluh darah seusai makan melalui penghambatan enzim pencernaan, sehingga proses penguraian karbohidrat di saluran cerna berlangsung lebih lambat.

Senyawa aktif di dalam kayu manis juga memiliki kemampuan meniru kerja hormon insulin pada sel-sel tubuh. Mekanisme ini mendukung peningkatan penyerapan glukosa, kendati responsnya tidak secepat hormon insulin alami. Riset pada manusia mencatat konsumsi kayu manis secara teratur mampu menurunkan kadar gula darah puasa berkisar antara 10 hingga 29 persen.

Di sisi lain, kandungan antioksidan yang melimpah seperti polifenol, asam fenolik, dan flavonoid menjadikan kayu manis ampuh dalam menangkal radikal bebas. Asupan antioksidan ini berperan vital memperlambat penuaan dini, mencegah kerusakan sel, serta meredakan stres oksidatif. Senyawa tersebut turut mengendalikan pembentukan oksida nitrat yang berpotensi memicu timbulnya kanker, gangguan otak, dan penyakit kronis lainnya.

Perlindungan terhadap DNA serta risiko mutasi sel juga didukung oleh kandungan cinnamaldehyde. Senyawa ini diketahui sanggup menghambat pertumbuhan jaringan tumor sekaligus memproteksi tubuh dari dampak buruk radikal bebas pemicu kanker.

Bagi penderita gangguan sendi, kayu manis menawarkan manfaat untuk meredakan nyeri rematik. Studi dari Department of Internal Medicine mendapati bahwa kayu manis mampu menekan pembentukan sitokin, yakni jenis protein kecil yang memicu reaksi peradangan serta timbulnya rasa sakit pada penderita rematik.

Kesehatan jantung juga memperoleh dampak positif dari konsumsi rempah ini. Kayu manis dapat menekan kadar kolesterol total, kolesterol jahat (LDL), dan trigliserida, tanpa mengurangi tingkat kolesterol baik (HDL). Bahkan, ulasan ilmiah terbaru mengindikasikan adanya potensi peningkatan kadar kolesterol baik (HDL). Konsumsi yang teratur dan terukur dapat menekan risiko tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, hingga serangan jantung.

Meskipun menyimpan beragam manfaat medis, penggunaan kayu manis tetap harus dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan. Masyarakat, khususnya penderita penyakit tertentu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mengonsumsi rempah ini sebagai terapi harian. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan