MENITNEWS.CO.ID, MAMUJU — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (15/9/2026) malam, berlangsung dengan rangkaian ibadah dan ceramah keagamaan.
Gubernur Sulbar Suhardi Duka dalam kesempatan tersebut mengajak para tamu undangan menjaga kekhusyukan selama pembacaan Barzanji. Ia juga mengenang pesan orang tuanya sejak masih kecil mengenai pentingnya menghormati pembacaan riwayat Nabi Muhammad SAW.
Peringatan Maulid yang berlangsung di Kompleks Perkantoran Gubernur Sulbar itu diawali dengan salat Magrib berjemaah bersama para tamu undangan.
Setelah salat, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Barzanji yang berisi riwayat dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW.
Sebelum pembacaan dimulai, Suhardi Duka meminta seluruh tamu undangan untuk menjaga suasana tetap tenang dan tidak berbicara selama Barzanji berlangsung.
Ia kemudian menceritakan kebiasaan orang tuanya ketika dirinya masih kecil. Saat pembacaan Barzanji berlangsung, ia diminta untuk tidak berbicara sebagai bentuk penghormatan terhadap riwayat Rasulullah SAW.
“Bersyukur malam ini kita bisa berkumpul untuk acara Maulid. Kita akan baca, mendengarkan baca Barzanji. Orang tua saya dulu kalau orang baca Barzanji dilarang saya untuk bicara,” kata Suhardi.
Menurutnya, pesan tersebut diberikan karena Barzanji memuat riwayat Rasulullah SAW yang perlu didengarkan dengan penuh perhatian.
“Katanya, jangan kau bicara, jangan. Karena yang kita bicarakan ini, riwayat Rasulullah SAW,” ujarnya.
Suhardi mengatakan, kebiasaan berbincang ketika pembacaan Barzanji berlangsung masih kerap ditemui dalam sejumlah kegiatan. Karena itu, ia meminta para tamu yang hadir pada peringatan Maulid tersebut untuk tidak melakukan hal serupa.
“Jadi, sekarang-sekarang ini banyak orang baca Barzanji tapi cerita juga di belakang. Olehnya itu kalau kita sebentar ini, baca Barzanji jangan kita cerita,” katanya.
Ia juga kembali menyampaikan pesan orang tuanya mengenai pentingnya memberikan penghormatan ketika riwayat Rasulullah SAW dibacakan.
“Karena siapa tahu hadir Nabi pada malam ini di sini,” ucapnya.
Setelah pembacaan Barzanji selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan Ustaz Khalid Rasyid.
Rangkaian peringatan Maulid kemudian ditutup dengan salat Isya berjemaah dan makan malam bersama para tamu undangan.
Peringatan Maulid di Rumah Jabatan Gubernur Sulbar tersebut menjadi momentum bagi Suhardi Duka untuk mengingatkan pentingnya menjaga sikap, ketenangan, dan kekhusyukan selama tradisi pembacaan Barzanji sebagai bagian dari rangkaian peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW. (*)



