Jelang HUT ke-419 Makassar, 1.500 Santri Ikuti Munaqasyah Al-Qur’an, Wisuda Akbar Digelar November 2026

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar memperkuat literasi Al-Qur’an sejak usia dini, melalui pelaksanaan Munaqasyah ke-VI Forum Komunikasi Taman Pendidikan Al-Qur’an (FKTPQ) Kota Makassar.

Sebanyak 1.500 santri mengikuti ujian untuk mengukur kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an sebelum mengikuti wisuda akbar yang dijadwalkan pada akhir November 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Masjid Raya Makassar, Jalan Bulu Saraung, Sabtu (24/10/2026). Pelaksanaannya didukung Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kota Makassar dan Kementerian Agama Kota Makassar.

Munaqasyah menjadi salah satu tahapan penting dalam mengevaluasi hasil pembelajaran santri di berbagai Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun generasi Qurani yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an, keimanan yang kuat, serta akhlak mulia.

Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, mengatakan pendidikan Al-Qur’an tidak boleh hanya berorientasi pada kemampuan membaca kitab suci dengan baik dan benar.

Lebih dari itu, pendidikan tersebut harus menjadi fondasi pembentukan karakter dan moral anak sejak dini.

“Dari kegiatan ini kita mengharapkan lahirnya generasi-generasi Qurani, generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi punya akhlak yang baik dan keimanan yang kuat,” ujar Munafri.

Menurutnya, keberadaan TPQ memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kota Makassar. Melalui pendidikan keagamaan yang berkualitas, anak-anak diharapkan tumbuh dengan bekal pengetahuan, karakter, dan nilai-nilai moral yang kuat.

Ia menegaskan, pendidikan Al-Qur’an harus mampu membimbing anak-anak tidak hanya dalam memahami bacaan kitab suci, tetapi juga menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

“Pendidikan Al-Qur’an ini tidak hanya memberikan pengetahuan bagaimana membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga bagaimana kita hidup dengan baik ketika bersanding dengan Al-Qur’an,” jelasnya.

Karena itu, Pemerintah Kota Makassar berkomitmen mendukung pengembangan pendidikan Al-Qur’an melalui kolaborasi dengan lembaga pendidikan keagamaan, pengurus TPQ, guru mengaji, dan keluarga.

Di hadapan para peserta, Munafri memberikan motivasi agar santri mengikuti munaqasyah dengan tenang, fokus, dan percaya diri.

Ia meminta mereka tidak menjadikan ujian sebagai sesuatu yang menakutkan, melainkan kesempatan untuk mengetahui kemampuan sekaligus memperbaiki kekurangan dalam belajar.

“Jangan tegang, jangan takut. Ikuti ujiannya dengan baik, fokus, dan konsentrasi. Kalau masih ada yang belum bisa dijawab, jadikan itu motivasi untuk terus belajar,” pesannya.

Munafri juga mengajak orang tua untuk terlibat aktif dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Menurutnya, pendidikan harus memberikan bekal ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter, bukan sekadar memenuhi keinginan atau kesenangan sesaat.

Selain itu, ia meminta pengelola TPQ terus meningkatkan kualitas pembelajaran serta menjaga amanah dalam mendidik generasi muda.

Keberhasilan pendidikan Al-Qur’an, lanjutnya, membutuhkan keterlibatan seluruh pihak agar pembelajaran agama dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi perkembangan anak.

Munafri berharap penguatan pendidikan Al-Qur’an menjadi investasi jangka panjang untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia 2045. Generasi muda Makassar diharapkan tumbuh sebagai pribadi yang cerdas, berkarakter, beriman, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Makassar, Muhammad Syarief, menjelaskan bahwa munaqasyah bukan sekadar ujian akhir, tetapi juga instrumen untuk mengevaluasi kualitas pembelajaran Al-Qur’an di TPQ.

Melalui ujian tersebut, kemampuan santri dalam membaca dan menulis Al-Qur’an, ketepatan tajwid, serta hafalan surat-surat pendek dievaluasi berdasarkan materi yang telah dipelajari.

“Ini merupakan ujian akhir untuk menguji kembali kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an anak-anak. Hasilnya menjadi bahan evaluasi terhadap proses pembelajaran mereka selama ini,” jelas Syarief.

Ia menegaskan, seluruh peserta tidak otomatis dinyatakan lulus setelah mengikuti munaqasyah. Santri harus memenuhi standar kemampuan yang telah ditetapkan agar syahadah atau sertifikat yang diberikan benar-benar mencerminkan kompetensi mereka.

“Jadi, ini masih tahapan ujian. Tidak serta-merta semua dinyatakan lulus. Bagi yang belum memenuhi kriteria, akan diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian kembali pada tahun mendatang,” ujarnya.

Menurut Syarief, mekanisme evaluasi tersebut penting untuk menjaga mutu pendidikan Al-Qur’an sekaligus mendorong TPQ terus meningkatkan kualitas pengajaran.

Setelah pelaksanaan munaqasyah, FKTPQ Kota Makassar merencanakan wisuda akbar yang diproyeksikan diikuti sekitar 5.000 santri dari berbagai TPQ se-Kota Makassar pada akhir November 2026.

Agenda tersebut akan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar.

Syarief berharap wisuda akbar tidak hanya menjadi seremoni kelulusan, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memperluas literasi Al-Qur’an di kalangan anak-anak.

Pemerintah Kota Makassar ingin memastikan pendidikan Al-Qur’an tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi turut membentuk karakter, akhlak, dan keimanan generasi muda.

Melalui sinergi pemerintah, pengelola TPQ, guru mengaji, dan orang tua, penguatan literasi Al-Qur’an diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk mewujudkan generasi Makassar yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan