MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Aman Gombara, Kota Makassar, meraih dua penghargaan dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang digelar di Lapangan Balai Kota Makassar, Jumat (23/10/2026).
Dua penghargaan tersebut masing-masing Juara I Liga Santri Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kota Makassar 2026 dan Juara II Unit Kesehatan Pesantren (UKP) Terbaik se-Kota Makassar.
Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi terhadap prestasi Darul Aman Gombara dalam bidang olahraga sekaligus komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi para santri di lingkungan pesantren.
Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, pada akhir upacara peringatan Hari Santri Nasional yang diikuti sekitar 1.000 santri dan santriwati dari berbagai pondok pesantren serta lembaga pendidikan Islam di Kota Makassar.
Munafri bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa Hari Santri Nasional merupakan momentum penting untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Ia juga mengingatkan kembali peran Resolusi Jihad yang dicetuskan pada 22 Oktober 1945 dalam membangkitkan semangat perjuangan umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa.
Menurutnya, peringatan Hari Santri Nasional tidak hanya menjadi ajang mengenang jasa para ulama dan santri, tetapi juga momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan serta meneguhkan kontribusi pesantren dalam pembangunan masyarakat dan bangsa.
Prestasi pertama yang diraih Darul Aman Gombara adalah Juara I Liga Santri FKPP Kota Makassar 2026.
Kompetisi yang berlangsung pada 18–21 Oktober 2026 tersebut diikuti sejumlah pondok pesantren di Kota Makassar.
Kemenangan ini menjadi pencapaian membanggakan bagi Darul Aman Gombara dalam mengembangkan potensi santri melalui kegiatan olahraga.
Selain mendukung kebugaran fisik, kegiatan tersebut juga menjadi sarana membangun kedisiplinan, kerja sama, dan sportivitas di kalangan santri.

Penghargaan kedua adalah Juara II Unit Kesehatan Pesantren (UKP) Terbaik se-Kota Makassar yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kota Makassar.
Penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap upaya pesantren dalam mendukung pelayanan dan pembinaan kesehatan bagi para santri.
Kedua penghargaan diterima oleh Kepala Pengasuh Pondok Pesantren Darul Aman Gombara, KH Ahmad Badry Al-Hafidz, bersama pembina pondok pesantren, Dr. Mulahizhun Amien.
Capaian ini memperlihatkan bahwa pengembangan pesantren tidak hanya berfokus pada pendidikan agama dan pembentukan karakter, tetapi juga mencakup pengembangan bakat olahraga serta peningkatan kualitas kesehatan di lingkungan pendidikan.
Pimpinan Pondok Pesantren Darul Aman Gombara, Ahmad Sahal, menyampaikan rasa syukur atas dua penghargaan yang berhasil diraih pada momentum Hari Santri Nasional 2026.
Ia menegaskan, capaian tersebut merupakan bagian dari komitmen pesantren untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
“Alhamdulillah, dari waktu ke waktu Darul Aman terus menunjukkan prestasi serta komitmennya untuk terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa dalam upaya mewujudkan cita-cita perjuangan bangsa, khususnya dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Ahmad Sahal.
Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh keluarga besar pesantren untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, mengembangkan potensi santri, serta memperkuat peran pesantren dalam membentuk generasi yang berilmu, berkarakter, sehat, dan berdaya saing.
Menurutnya, prestasi di bidang olahraga dan kesehatan merupakan bagian penting dari upaya membangun lingkungan pendidikan pesantren yang mendukung tumbuh kembang santri secara menyeluruh.
Melalui momentum Hari Santri Nasional 2026, Pondok Pesantren Darul Aman Gombara menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui pendidikan, pembinaan karakter, pengembangan olahraga, dan pelayanan kesehatan.
Dua penghargaan tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi pesantren untuk terus melahirkan santri berprestasi yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga sehat, kompetitif, dan siap mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. (*)



