MENITNEWS.CO.ID, TAKALAR — Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, M.M, mendorong para santri di Kabupaten Takalar menjadi pelopor kreativitas, penjaga nilai-nilai keislaman, sekaligus motor penggerak pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan saat menutup Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar Tahun 2026, Jumat (24/10/2026) malam.
Festival yang digagas dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 itu berlangsung selama tiga malam berturut-turut.
Lapangan Kantor Bupati Takalar menjadi pusat kegiatan yang mempertemukan santri dari 24 pondok pesantren untuk menampilkan kreativitas, bakat, dan potensi masing-masing.
Malam penutupan berlangsung meriah dengan pagelaran seni santri yang menampilkan beragam ekspresi seni dan kekayaan budaya pesantren.
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan mereka di luar kegiatan pembelajaran keagamaan.
Bupati Daeng Manye hadir bersama Sekretaris Daerah dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar.
Sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat se-Kabupaten Takalar turut menghadiri acara tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan potensi santri.
Dalam sambutannya, Daeng Manye menyampaikan apresiasi kepada seluruh pondok pesantren yang telah berpartisipasi aktif menyukseskan festival tersebut.
“Alhamdulillah, selama tiga malam kita menyaksikan luar biasanya potensi santri Takalar. Festival ini membuktikan bahwa santri kita tidak hanya pintar mengaji, tetapi juga kreatif, percaya diri, dan mampu tampil di panggung dengan karya seni yang membanggakan,” ujar Daeng Manye.
Menurutnya, Festival Pondok Pesantren tidak sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga merupakan investasi penting dalam membangun karakter generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan memiliki daya saing.

Ia menegaskan, santri memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai keislaman sekaligus berkontribusi terhadap kemajuan daerah. Karena itu, potensi dan kreativitas santri perlu terus dikembangkan melalui kegiatan yang memberikan ruang bagi mereka untuk berkarya dan menunjukkan kemampuan.
“Saya ingin santri Takalar menjadi pelopor kreativitas, penjaga nilai-nilai keislaman, sekaligus motor penggerak pembangunan daerah. Pesantren harus menjadi pusat lahirnya generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing untuk menyongsong Indonesia Emas,” tegasnya.
Daeng Manye juga berharap Festival Pondok Pesantren dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahun.
Selain menjadi wadah pengembangan bakat santri, kegiatan tersebut diharapkan mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiah di antara pondok pesantren se-Kabupaten Takalar.
Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Takalar akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan pesantren sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang berkualitas.
“Pemerintah Kabupaten Takalar akan terus hadir mendukung pesantren. Karena memajukan pesantren berarti memajukan masa depan Takalar,” tambahnya.
Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar Tahun 2026 menghadirkan lima agenda utama, yakni Apel Santri, Pawai Santri, Pameran Potensi Pesantren, Pagelaran Seni Santri, dan Seminar Kepesantrenan.
Kelima agenda tersebut dirancang untuk memberikan ruang bagi santri dalam mengekspresikan kreativitas, memperkenalkan potensi pondok pesantren, serta memperkuat pemahaman mengenai kehidupan dan nilai-nilai kepesantrenan.
Rangkaian kegiatan itu mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kehadiran 24 pondok pesantren juga memperlihatkan keterlibatan lembaga pendidikan keagamaan dalam membangun ruang kreativitas dan mempererat hubungan antarpesantren di Kabupaten Takalar.
Melalui festival ini, Pemerintah Kabupaten Takalar berharap santri tidak hanya tumbuh sebagai generasi yang kuat dalam ilmu agama, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, menghasilkan karya, dan mengambil peran dalam pembangunan daerah.
Festival Pondok Pesantren 2026 pun diharapkan menjadi agenda tahunan yang memperkuat sinergi pemerintah daerah dan pesantren dalam mencetak generasi muda Takalar yang religius, kreatif, berkarakter, dan berdaya saing. (*)



