MENITNEWS.CO.ID, GOWA — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyerahkan bantuan sebesar Rp10 miliar untuk pembangunan masjid di Asrama Haji.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga menyiapkan lahan seluas 3.000 meter persegi untuk pembangunan kantor wilayah Kementerian Haji dan Umrah di Sulsel.
Dukungan tersebut disampaikan Andi Sudirman saat menghadiri Sulsel Expo 2026 UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah bertajuk “Sinergi Membangun Ekosistem UMKM Haji dan Umrah yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan” di Taman Hasanuddin, Kabupaten Gowa, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan itu dihadiri Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Andi Winarno Eka Putra, Bupati Gowa Darmawangsyah Muin, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah tamu undangan.
Penyerahan bantuan dan penyediaan lahan tersebut menjadi bentuk dukungan Pemprov Sulsel terhadap penguatan fasilitas penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, sekaligus pengembangan ekosistem usaha yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Andi Sudirman menyampaikan apresiasi kepada Menteri Haji dan Umrah RI atas pelaksanaan kegiatan Sulsel Expo 2026 di Sulawesi Selatan.
Menurutnya, Sulsel memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan ekosistem haji dan umrah di kawasan Indonesia Timur. Potensi tersebut didukung oleh besarnya jumlah jemaah asal Sulawesi Selatan yang setiap tahun menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
Ia menilai, potensi tersebut perlu dimanfaatkan tidak hanya untuk meningkatkan kualitas pelayanan jemaah, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
Salah satu peluang yang dapat dikembangkan adalah keterlibatan UMKM Sulsel dalam penyediaan makanan khas daerah untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji dan umrah di Tanah Suci.

“Kita berharap ke depan ada peluang bagi pelaku UMKM Sulsel untuk mengambil bagian dalam ekosistem haji dan umrah di Tanah Suci,” ujarnya.
Menurut Andi Sudirman, keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok kebutuhan jemaah dapat menjadi pintu masuk bagi produk-produk unggulan Sulsel untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Selain memperluas pemasaran, langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal, memperkuat kapasitas usaha, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Gubernur menegaskan, pengembangan ekosistem haji dan umrah membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan jemaah, memperkuat sarana dan prasarana pendukung, serta membuka akses yang lebih besar bagi UMKM untuk terlibat dalam berbagai kebutuhan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
Melalui dukungan pembangunan masjid di Asrama Haji dan penyediaan lahan untuk kantor wilayah Kementerian Haji dan Umrah, Pemprov Sulsel berharap penguatan kelembagaan dan fasilitas pelayanan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi masyarakat.
Andi Sudirman juga mendoakan agar Menteri Haji dan Umrah RI senantiasa diberikan kesehatan dan kesuksesan dalam menjalankan amanah, serta penyelenggaraan ibadah haji dan umrah ke depan dapat berlangsung lancar.
“In Syaa Allah, melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, kita berharap pelayanan jemaah semakin baik dan UMKM Sulsel semakin berdaya saing,” tuturnya.
Pemprov Sulsel berharap penguatan fasilitas dan kolaborasi lintas sektor tersebut dapat menjadikan Sulawesi Selatan semakin strategis dalam pengembangan ekosistem haji dan umrah di Indonesia Timur, sekaligus mendorong produk UMKM daerah agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. (*)



