MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, mendorong mahasiswa penghafal Al-Qur’an di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, mendapat akses pendidikan yang lebih luas, termasuk kesempatan mengikuti pertukaran mahasiswa dan melanjutkan studi ke Timur Tengah.
Dorongan tersebut disampaikan Andi Sudirman saat menghadiri peresmian Markaz Huffadz Al-Qur’an dan Rumah Tahfidz Al-Qur’an Putri Unismuh Makassar, baru-baru ini.
Menurut Andi Sudirman, hafalan Al-Qur’an harus menjadi modal bagi generasi muda untuk membuka peluang pendidikan dan pengembangan kapasitas akademik yang lebih luas.
Ia bahkan mendorong mahasiswa dari Ma’had Al-Birr dan para penghafal Al-Qur’an di Unismuh Makassar untuk mendapat kesempatan belajar di negara-negara Timur Tengah, termasuk Uni Emirat Arab.
“Kalau mungkin harapan kita, yang di Al-Birr bisa dikirim ke Dubai juga, pertukaran atau lanjutkan kuliah S2-nya di sana,” kata Andi Sudirman, Kamis (1/10/2026).
Ia menilai mahasiswa penghafal Al-Qur’an tidak cukup hanya dibekali kemampuan menjaga hafalan. Mereka juga perlu mendapatkan ruang untuk mengembangkan wawasan, kompetensi akademik, serta keilmuan agar dapat berkontribusi lebih luas di tengah masyarakat.
Andi Sudirman menyebut para penghafal Al-Qur’an sebagai generasi pengawal Al-Qur’an. Karena itu, keberadaan fasilitas pembinaan khusus di lingkungan perguruan tinggi dinilai memiliki arti penting.
“Ini merupakan kebanggaan kita, kebanggaan Sulawesi Selatan dan juga anak-anak kita, generasi pengawal Al-Qur’an kita,” ujarnya.
Markaz Huffadz Al-Qur’an di Kampus Unismuh Makassar diperuntukkan bagi mahasiswa yang telah memiliki hafalan Al-Qur’an sebelum memasuki perguruan tinggi.
Sementara itu, Rumah Tahfidz Al-Qur’an Putri di Gowa menjadi fasilitas pembinaan bagi mahasiswa atau peserta didik yang masih menjalani proses menghafal Al-Qur’an.

Kehadiran kedua fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan Al-Qur’an di lingkungan pendidikan Muhammadiyah Sulawesi Selatan.
Pembangunan dan pengembangan fasilitas tersebut juga menjadi bagian dari kerja sama panjang antara Muhammadiyah Sulsel dan keluarga Arab, Dr. (HC) Syekh Mohammad MT Al Khoory.
Andi Sudirman menyampaikan apresiasi kepada Syekh Khoory dan keluarganya atas dukungan yang telah diberikan selama bertahun-tahun untuk berbagai kegiatan di Sulawesi Selatan.
Dukungan tersebut mencakup bidang pendidikan, dakwah, hingga kegiatan kemanusiaan.
Hubungan Syekh Khoory dengan Makassar sendiri telah berlangsung sekitar 35 tahun. Seusai menghadiri peresmian, Syekh Mohammad Tayyib Al-Khoory bahkan menyebut Makassar sebagai rumah keduanya.
Bagi Andi Sudirman, hubungan panjang tersebut merupakan modal penting untuk memperluas kolaborasi antara Sulawesi Selatan dan jejaring pendidikan di Timur Tengah.
Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada pembangunan fasilitas pendidikan, tetapi juga diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia, khususnya generasi muda Sulsel.
Salah satu bentuk pengembangan tersebut, kata dia, adalah membuka kesempatan bagi mahasiswa Unismuh Makassar untuk belajar di luar negeri melalui program pertukaran mahasiswa maupun pendidikan lanjutan.
Mahasiswa penghafal Al-Qur’an dan mahasiswa Ma’had Al-Birr menjadi bagian dari kelompok yang didorong untuk memperoleh akses tersebut, termasuk peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di Timur Tengah.
Peresmian Markaz Huffadz Al-Qur’an dan Rumah Tahfidz Al-Qur’an Putri Unismuh Makassar turut dihadiri Syekh Mohammad Tayyib Al-Khoory bersama rombongan dari Uni Emirat Arab, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel Prof Ambo Asse, Rektor Unismuh Makassar Dr Abd Rakhim Nanda, serta jajaran pimpinan Muhammadiyah dan Unismuh Makassar. (*)



